Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Pramono Anung menyoroti maraknya terminal bayangan yang justru lebih ramai dibandingkan terminal resmi. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan masalah keamanan dan ketertiban, terutama saat lonjakan penumpang mulai terjadi. Pramono menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan penertiban terhadap terminal-terminal tidak resmi tersebut demi memastikan kenyamanan pemudik. Arus balik di terminal kampung rambutan, Kamis (3/4/2025). terminal bayangan yang lebih ramai, maka itu adalah hal yang akan kami tertibkan," ujar Pramono, dalam keterangan tertulis, Selasa (3/3/2026). Menurutnya, penumpukan penumpang di titik-titik tidak resmi tidak boleh dibiarkan karena rawan menimbulkan kemacetan, ketidakteraturan, hingga risiko keselamatan. Karena itu, ia meminta masyarakat dan penyedia jasa transportasi mematuhi aturan dengan beroperasi melalui terminal resmi yang telah disiapkan pemerintah. Penumpang di terminal bayangan Cimanggis, Ciputat, Tangsel sudah melonjak sepekan sebelum perayaan Natal 2022. Pada Rabu (21/12/2022) antrean terlihat mengular di depan loket agen PO Sinar Jaya. "Kami meminta semuanya menggunakan terminal secara resmi," katanya. Langkah penertiban ini juga sejalan dengan program mudik gratis yang difasilitasi Pemprov DKI tahun ini. Pemerintah daerah menargetkan sekitar 26.500 pemudik akan diberangkatkan menggunakan transportasi dan terminal resmi agar prosesnya lebih tertib dan terpantau. Arsip - Sejumlah calon penumpang melintas di area parkir bus AKAP di Terminal Bayangan Pondok Pinang, Jakarta, Minggu (18/7/2021). "Termasuk nanti yang akan mudik, Jakarta yang sudah memutuskan yang akan mudik sebanyak 26.500 pemudik. Kami akan menggunakan transportasi ataupun terminal yang resmi," ucap dia. Meski demikian, Pemprov DKI tetap membuka ruang penggunaan titik tertentu di luar terminal, selama telah mengantongi izin resmi dari pemerintah daerah. "Kecuali yang mendapatkan persetujuan atau izin dari Pemerintah DKI Jakarta. Seperti Monas begitu, itu bisa digunakan," kata Pramono. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang