KARAWANG, KOMPAS.com - Menyambut periode mudik Lebaran 2026, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) akan menghentikan pekerjaan konstruksi perbaikan dan pemeliharaan jalan tol selain penanganan lubang mulai 11 Maret 2026. Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol Ria Marlinda Paallo mengatakan, penghentian pekerjaan perbaikan tol dilakukan karena periode mudik segera dimulai. “Betul, jadi memang saat ini mengingat cuaca ekstrem yang selama ini berjalan. Dari awal-akhir Januari 2026 sampai dengan sekarang, kami terus standby untuk petugas. Untuk pekerjaan-pekerjaan yang memang sampai membuat lajur jadi tertutup, itu kita hentikan semua. Sampai terakhir di tanggal 11 Maret, pelaksanaan pekerjaannya. Jadi maksimal di besok ya, besok malam itu sudah harus selesai tanggal 11 Maret,” katanya kepada Kompas.com, Senin (9/3/2026). Sebagai informasi, pemerintah sebelumnya mempercepat perbaikan infrastruktur jalan di jalur strategis Pantai Utara Jawa atau Pantura serta Tol Trans Jawa. Koridor ini menjadi jalur utama pergerakan pemudik setiap tahun. Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia menyebut langkah tersebut dilakukan karena mobilitas kendaraan tinggi, terutama di Pulau Jawa. Perbaikan difokuskan agar kondisi jalan siap menghadapi lonjakan kendaraan saat puncak arus mudik. Penanganan lubang jalan menjadi fokus utama selama perbaikan tersebut. JTT menyiapkan sekitar 10 tim untuk menangani potensi gangguan pada ruas tol. Ilustrasi Tol Trans Jawa Tim bekerja selama waktu pemeliharaan malam hari atau window time, mulai pukul 22.00 - 05.00 WIB. “Tapi jangan khawatir buat pengguna jalan Karena kami tetap standby, orang-orang yang tim satgas yang gunanya ketika memang ada lubang atau ada laporan genangan gitu ya, kami standby 24 jam untuk langsung ke lapangan,” katanya. Ria menjelaskan, setelah tanggal 11 Maret 2026 masih ada diperbaiki namun kecil-kecil. Maka dari itu para pemudik yang menggunakan jalan tol Transjawa tidak perlu khawatir. “Jadi pastinya seperti mungkin ada genangan, kami harus cek dulu ke pompanya. Kami harus cek dulu untuk mengeluarkan air dan segala macam. Itu tetap harus dilakukan, karena kami melihat cuaca seperti ini memang harus tetap standby,” katanya KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang