JAKARTA, KOMPAS.com - Fenomena pengendara motor yang menyalakan sein kiri tetapi justru berbelok ke kanan masih kerap ditemui di jalan raya. Kebiasaan ini bukan hanya membingungkan pengguna jalan lain, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama di persimpangan, putar balik, atau saat lalu lintas padat. Karena itu, dibutuhkan kewaspadaan ekstra dari pengendara lain agar situasi tetap terkendali. Menurut Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, kesalahan penggunaan lampu sein umumnya dipicu oleh kurangnya pemahaman fungsi isyarat kendaraan serta kebiasaan berkendara yang tidak disiplin. Merasakan sensasi berkendara Grand Filano Hybrid 125 di Bandung, skutik bergaya klasik-modern dengan fitur praktis. Dalam kondisi seperti ini, pengguna jalan lain dituntut untuk lebih mengandalkan pengamatan, bukan sekadar membaca sinyal lampu. "Kalau menemukan pengendara motor yang sein-nya tidak sesuai arah, jangan langsung percaya. Perhatikan gerak roda depan, posisi badan, dan kecenderungan laju motornya," ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (26/12/2025). Agus menjelaskan, arah roda depan motor sering kali menjadi indikator paling jujur dibanding lampu sein. Saat roda dan bodi motor terlihat condong ke kanan meski sein kiri menyala, ada kemungkinan besar pengendara akan melakukan manuver mendadak ke arah tersebut. Ia juga menekankan pentingnya menjaga jarak aman. Dengan ruang yang cukup, pengendara memiliki waktu reaksi lebih baik jika motor di depan tiba-tiba berbelok atau memotong jalur tanpa peringatan yang jelas. Selain itu, Agus mengingatkan agar pengendara tidak gegabah menyalip hanya karena melihat sein kiri aktif. Banyak kecelakaan terjadi karena asumsi bahwa motor akan menepi atau belok kiri, padahal justru berbelok ke kanan secara mendadak. Terakhir, ia menyarankan agar pengendara tetap menerapkan prinsip berkendara defensif. Kesalahan orang lain di jalan memang sering memancing emosi, tetapi sikap tenang dan fokus pada keselamatan jauh lebih penting untuk mencegah risiko yang lebih besar. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang