Video pengemudi mobil yang mengalami pelek pecah saat melintas di Tol Cikopo–Palimanan (Cipali) ramai diperbincangkan di media sosial. Dalam video tersebut, pengemudi memperlihatkan kondisi pelek mobilnya yang rusak setelah diduga melindas lubang di jalan tol. Video itu diunggah oleh akun TikTok @mobil_dagangan. Dalam unggahannya, pemilik kendaraan menyebut kerusakan terjadi setelah mobilnya menghantam lubang di jalan tol. Ia pun mengajukan klaim ganti rugi kepada pengelola jalan tol. Pemilik video, Vian, menceritakan kronologi kejadian tersebut kepada Kompas.com. Peristiwa itu terjadi di sekitar KM 294 Tol, pada dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Video TikTok: https://www.tiktok.com/@mobil_dagangan/video/... "Kejadiannya di KM 294. Sebetulnya saya salah mention. Kita mengenalnya tol Cipali ya, saya juga baru tahu bahwa tol itu per radius kilometernya itu ada pengelolanya," ujar Vian kepada Kompas.com, Kamis (29/1/2026). "Saya sempet di-DM sama Jasa Marga dan Astra Cipali. Mereka meluruskan, di video saya ngomongnya Cipali, padahal saya di Pejagan Pemalang. Maka di video itu saya ralat, di bawahnya saya tulis bahwa kejadiannya di Pejagan-Pemalang," kata Vian. Vian menjelaskan, kejadian tersebut terjadi karena kondisi jalan yang rusak dan minim penerangan. "Pecah bannya itu kejadiannya jam 04.00 WIB, pagi kurang lebih sebelum subuh. Posisi lubangnya di tengah-tengah. Saya sedang jalan 80 kilometer per jam dan penerangan jalannya emang minim banget," ujarnya. Pengemudi Mercedes-Benz W211 E240 pecah pelek di jalan tol Menurut Vian, lubang berada di bagian tengah lajur sehingga sulit terlihat. Akibatnya, mobil yang dikendarainya, Mercedes-Benz W211 E240 tahun 2002 jadi menghantam lubang. Usai kejadian, tak jauh dari lokasi Vian menemukan rest area kecil. Di tempat itu, ia bertemu petugas patroli jalan tol. Petugas patroli tersebut kemudian membantu mengganti ban mobil yang rusak. "Radius sekitar 300-400 meter ada rest area kecil, ketemu sama patroli tol yang biasa pake mobil (Toyota) Hilux. Lagi tidur, saya ketok-ketok minta bantuan akhirnya dia ganti bannya gitu ya," katanya. Dari petugas itu pula, Vian mendapatkan informasi bahwa kerusakan kendaraan akibat kondisi jalan tol bisa diajukan klaim kepada pengelola. Pengemudi Mercedes-Benz W211 E240 pecah pelek di jalan tol Selanjutnya, Vian diarahkan untuk bertemu pihak pengelola tol guna mengurus proses klaim. "Saya mengisi form dan mereka sistemnya rembers," ujarnya. Vian menyebut, akibat kejadian tersebut, pelek depan kanan mobilnya pecah, sementara pelek belakang kanan mengalami peyang. Ia mengaku kerugian yang dialami cukup besar karena pelek Avantgarde yang digunakan tergolong mahal dan sulit ditemukan. “Peleknya itu enggak ada yang jual bekas. Kalau di pasar luar negeri, harganya bisa sekitar Rp 28 juta sampai Rp 30 juta,” kata Vian. Kendaraan pemudik melintas di jalan tol fungsional Pejagan-Pemalang, Kalimati, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Senin (18/6/2018). Meningkatnya volume kendaraan arus balik dan mengurai kemacetan pada H+3 di jalan tol fungsional Pejagan-Pemalang, Polres Tegal menerapkan sistem satu arah dari Jawa Tengah menuju Jakarta pada pukul 17.00. Saat ini, proses penggantian masih berjalan dan menunggu penyelesaian. Meski demikian, Vian menilai pihak pengelola tol telah menerima keluhannya dengan baik. "Harapan saya semoga jalannya jauh lebih baik dan penerapan penertipan untuk kendaraan-kendaraan berat itu bisa lebih ditertipkan. Artinya kualitas sudah bagus cuman kan keseringan, banyak truk-truk yang overweight jadi jalannya cepat rusak," ujarnya. "Dan dari pihak tol juga sudah menerima komplain dengan baik dan mereka dan artinya bisa lebih. Mengimprovisasi lagi lah kinerja untuk pelayanan servisnya itu aja sih," kata Vian. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang