Jalan berlubang masih menjadi ancaman bagi pengendara motor, terutama di musim hujan ketika lubang kerap tertutup genangan air. Hantaman keras bukan hanya bikin kaget, tapi juga bisa membuat pelek menjadi tidak presisi, benjol, atau dalam istilah bengkel disebut “geol”. Bila dibiarkan, kondisi ini tak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi mengurangi kestabilan saat berkendara. Iwan Setiawan, pemilik bengkel BJ Press Motor, spesialis perbaikan pelek dan segitiga motor di Tanah Baru, Beji, Depok, mengatakan bahwa penyebab utama kerusakan pelek saat musim hujan karena lubang di jalan. Bagi yang mengalami masalah tersebut, bengkel spesialis seperti BJ Press Motor di kawasan Beji kerap menjadi rujukan. Iwan Setiawan, pemilik bengkel BJ Press Motor di kawasan Tanah Baru, Beji, Depok, mengatakan, gejala pelek bermasalah sebenarnya bisa dikenali dengan cara sederhana. ciri pelek geol itu kalau kita standar dua, kita putar gasnya. Nah, dia kelihatan oleng apa benjol,” ujar Iwan, kepada Kompas.com (23/2/2026). Pelek motor peang dan pecah Setelah terdeteksi oleng atau benjol, pertanyaan berikutnya tentu soal biaya. Di BJ Press Motor, ongkos perbaikan pelek bervariasi tergantung jenis dan ukuran roda. Untuk motor matik kecil seperti Beat, Vario, atau Mio dengan pelek ring 12 atau 14, biaya perbaikan berkisar Rp 150.000 per pelek. Sementara motor matik besar seperti Nmax atau Aerox dengan ring 13 atau 14 dan penampang lebih lebar, tarifnya sekitar Rp 200.000 per pelek. Iwan Setiawan, pemilik bengkel BJ Press Motor, spesialis perbaikan pelek dan segitiga motor di Tanah Baru, Beji, Depok. Adapun untuk motor sport dengan ukuran ring 17, seperti Ninja atau sejenisnya, biaya perbaikannya mencapai Rp 250.000 per pelek. Iwan menjelaskan, harga tersebut sudah termasuk jasa bongkar pasang, sehingga konsumen tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk melepas roda. Dari sisi waktu pengerjaan, prosesnya relatif cepat. Dalam kondisi normal tanpa kendala, perbaikan bisa rampung sekitar satu jam. Beberapa penyebab pelek motor bisa penyok. Namun, tidak semua kasus berjalan mulus. Ada kalanya proses pres pelek racing justru memakan waktu lebih lama karena tingkat keolengannya sulit disetel. “Kalau ada trouble ya bisa-bisa 2-3 jam. Trouble-nya itu kita pres itu enggak dapat-dapat gitu setelannya,” kata dia. Artinya, semakin parah tingkat kerusakan, semakin besar pula potensi waktu dan tenaga yang dibutuhkan untuk mengembalikan presisi pelek. Karena itu, pengendara disarankan lebih berhati-hati saat melintasi jalan rusak serta rutin memeriksa kondisi roda. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang