JAKARTA, KOMPAS.com – Banyak pengendara motor menganggap pelek peang hanya soal tampilan atau sekadar rasa tidak nyaman saat berkendara. Padahal, dampaknya bisa jauh lebih serius. Pelek yang tidak presisi bukan hanya mengganggu handling, tetapi juga berpengaruh langsung pada stamina pengendara, bahkan aspek keselamatan. Pelek motor peang dan pecah Iwan Setiawan, pemilik bengkel BJ Press Motor, spesialis perbaikan pelek dan segitiga motor di Tanah Baru, Beji, Depok, mengatakan bahwa kerusakan pada pelek tidak bisa dianggap remeh karena berhubungan dengan sejumlah komponen di motor. “Pelek peang berpengaruh ke rasa berkendara atau ke pengendalian kita, handling kita,” ujar Iwan, kepada Kompas.com (23/2/2026). “Kalau pelek sudah kena, segitiga juga bisa berpengaruh, rangka juga ngaruh. Apalagi kalau segitiga yang dominan, misalkan miring ke kiri apa ke kanan tuh. Tangan yang kiri atau yang kanan berasa pegal gitu,” kata dia. Ilustrasi berkendara pakai skutik besar. Artinya, ketika pelek peang, efeknya bisa merembet ke segitiga hingga rangka. Setang bisa terasa tidak seimbang, motor cenderung menarik ke satu sisi, dan pengendara tanpa sadar harus terus mengoreksi arah. Dalam jangka pendek mungkin hanya terasa sedikit “geol”, tetapi dalam perjalanan jauh dampaknya bisa sangat menguras tenaga. Ilustrasi Nyeri Bahu, Bahu Sakit, Pegal Linu, Badan Pegal Linu, Rematik “Kalau misalkan keluar kota pasti bakal capek banget. Bukan main, bahkan bisa lebih parah. Makanya enaknya kalau buat jalan jauh dicek dulu ya, biar nyaman,” ucap Iwan. Kondisi ini sering tidak disadari. Badan yang cepat pegal, tangan terasa berat sebelah, hingga bahu dan punggung kaku, bisa jadi bukan semata karena jarak tempuh, melainkan akibat motor yang tidak lagi presisi. Jika dibiarkan terus-menerus, tubuh pengendara yang akan “membayar” dampaknya. Lebih jauh lagi, pelek peang juga berkaitan dengan keselamatan. Handling yang tidak stabil dapat memengaruhi manuver, terutama saat menikung atau mengerem mendadak. Dalam kondisi darurat, selisih kecil pada keseimbangan roda bisa menjadi faktor penentu. Karena itu, setelah menghantam lubang atau melewati jalan rusak dengan benturan keras, sebaiknya segera lakukan pengecekan. Setel ulang atau perbaiki pelek sebelum kerusakan merembet ke komponen lain. Selain menjaga kenyamanan, langkah ini juga penting untuk menjaga kondisi fisik pengendara dan keselamatan di jalan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang