Mobil hybrid kerap dipilih karena efisiensi bahan bakar dan teknologi ramah lingkungannya. Namun di balik kecanggihannya, ada sejumlah kebiasaan sepele yang tanpa disadari bisa memperpendek usia baterai hybrid. Padahal, komponen ini merupakan salah satu bagian termahal dalam sistem kendaraan elektrifikasi tersebut. Menurut Lung Lung, pemilik Dokter Mobil, banyak pemilik hybrid masih memperlakukan mobilnya seperti kendaraan konvensional, sehingga aspek perawatan sistem baterai kerap terabaikan. "Yang paling sering itu baterai tidak pernah dibersihkan, AC tidak disetel paling dingin, coolant tidak diganti, dan terlalu sering buka kaca saat mobil menyala," kata Lung Lung kepada Kompas.com, Sabtu (21/2/2026). Ia menjelaskan, baterai hybrid memiliki sistem pendingin yang bekerja menjaga suhu tetap stabil. Jika bagian filter atau saluran pendingin baterai kotor karena debu, sirkulasi udara menjadi tidak optimal. Akibatnya, suhu baterai lebih cepat naik dan dalam jangka panjang bisa menurunkan performa serta memperpendek usia pakainya. Selain itu, penggunaan AC juga berperan penting. Pada banyak mobil hybrid, sistem pendinginan baterai terintegrasi dengan pendingin kabin. Bila AC tidak disetel pada suhu paling dingin, pendinginan baterai bisa kurang maksimal, terutama saat mobil digunakan dalam kondisi macet atau cuaca panas. Ilustrasi baterai mobil hybrid. Tak kalah penting adalah penggantian coolant, baik untuk mesin maupun sistem inverter atau baterai. Lung Lung menegaskan bahwa mobil hybrid umumnya memiliki lebih dari satu jalur pendinginan. Coolant jarang diganti, kemampuan menyerap panas menurun dan berpotensi menyebabkan overheat pada komponen elektrifikasi. Kebiasaan lain yang dianggap sepele adalah terlalu sering membuka kaca saat mobil melaju. Selain mengganggu aerodinamika dan meningkatkan konsumsi bahan bakar, beban kerja sistem bisa bertambah karena suhu kabin tidak stabil. Dalam kondisi tertentu, hal ini membuat sistem pendinginan bekerja lebih keras. Menurut Lung Lung, pencegahan sebenarnya cukup sederhana: rutin membersihkan sistem pendingin baterai, mengganti coolant sesuai jadwal, serta menggunakan AC dengan pengaturan yang tepat. "Hybrid itu bukan berarti bebas perawatan. Justru sistem kelistrikannya harus dijaga supaya baterai awet dan performanya tetap optimal," ujarnya. Dengan perawatan yang benar, baterai hybrid bisa bertahan bertahun-tahun tanpa penurunan performa signifikan. Sebaliknya, kebiasaan kecil yang diabaikan justru bisa berujung pada biaya perbaikan besar di kemudian hari. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang