Anggapan bahwa mobil hybrid mahal dirawat masih melekat di benak banyak pengguna, terutama karena bayangan harga baterai dan komponen kelistrikan yang tinggi. Namun dalam praktiknya, biaya besar justru sering muncul bukan karena teknologinya, melainkan akibat perawatan dasar yang luput diperhatikan sejak awal pemakaian. Lung Lung, pemilik bengkel Dokter Mobil, menjelaskan bahwa banyak kasus gangguan sistem hybrid bukan semata karena usia atau kualitas baterai, melainkan akibat kebiasaan pengguna yang kurang memperhatikan aspek pendinginan dan kebersihan komponen. “Kesalahan yang paling sering itu baterai hybrid jarang dibersihkan, padahal dia punya sistem pendingin sendiri. Kalau kotor, debu numpuk, sirkulasi udara terganggu dan suhu baterai naik,” kata Lung Lung kepada Kompas.com, Senin (26/1/2026). Ia menambahkan, pengaturan AC juga kerap luput dari perhatian pemilik mobil hybrid. Banyak pengguna enggan mengatur AC ke suhu paling dingin karena khawatir boros energi, padahal sistem pendinginan kabin turut membantu menjaga suhu kerja baterai tetap ideal. Kabin Tiggo Cross CSH “Mobil hybrid itu sangat mengandalkan suhu yang stabil. Kalau AC nggak optimal, apalagi sering buka kaca saat mobil nyala, kerja sistem pendingin jadi berat dan baterai ikut terpengaruh,” ujarnya. Selain itu, Lung Lung menyoroti masih banyak pemilik mobil hybrid yang mengabaikan penggantian coolant secara berkala. Padahal, cairan pendingin berperan penting dalam menjaga suhu inverter, motor generator, dan baterai hybrid. Baterai mobil hybrid. “Coolant ini bukan cuma buat mesin, tapi juga untuk komponen kelistrikan hybrid. Kalau telat ganti atau kualitasnya sudah turun, risikonya bukan cuma overheat, tapi bisa merembet ke kerusakan komponen mahal,” kata dia. Menurut Lung Lung, persepsi bahwa mobil hybrid mahal sering kali muncul karena kerusakan sudah terlanjur parah akibat perawatan dasar yang terlewat. Padahal, jika perawatan rutin dilakukan sejak awal, potensi kerusakan besar bisa ditekan. “Kalau dari awal disiplin bersihin baterai, jaga AC, ganti coolant tepat waktu, mobil hybrid itu justru awet dan jarang bermasalah. Jadi bukan teknologinya yang mahal, tapi kelalaiannya yang bikin mahal,” ucapnya. Ia pun mengingatkan pemilik mobil hybrid untuk tidak menyamakan pola perawatan dengan mobil konvensional, karena karakter dan kebutuhan sistemnya berbeda, terutama dalam hal manajemen suhu dan kebersihan komponen. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang