— Tren mobil hybrid di Indonesia terus meningkat dalam dua tahun terakhir. Teknologi yang menggabungkan mesin bensin dan motor listrik ini dianggap sebagai solusi transisi menuju era kendaraan listrik penuh. Namun, di balik popularitasnya, masih banyak pengguna yang belum memahami cara perawatan mobil hybrid dengan benar. Lung Lung, pemilik Dokter Mobil, mengatakan banyak pemilik yang memperlakukan mobil hybrid seperti mobil konvensional. Padahal, sistem kerja keduanya sangat berbeda, terutama dalam hal perawatan mesin dan baterai. “Kebanyakan orang-orang yang beli mobil hybrid tuh gak ngerti perawatan untuk baterainya. Justru mobil hybrid tuh gak boleh diem lebih dari dua minggu,” kata Lung Lung saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (13/11/2025). Menurutnya, baterai pada mobil hybrid membutuhkan sirkulasi daya yang rutin. Jika mobil terlalu lama dibiarkan tidak digunakan, tegangan baterai traksi bisa turun dan berpotensi merusak sel di dalamnya. Berbeda dengan aki biasa, baterai hybrid memiliki sistem pendinginan dan kontrol yang sensitif terhadap ketidakseimbangan daya. Kesalahan lain yang sering ditemui adalah penggunaan oli yang tidak sesuai. Banyak pengguna beranggapan bahwa mobil hybrid bisa menggunakan oli yang sama dengan mobil bensin biasa. Padahal, sistem kerja mesin hybrid—yang menggunakan Atkinson cycle—menuntut oli dengan viskositas lebih encer seperti 0W-16 atau 0W-20. Toyota Innova Zenix Hybrid dan Yaris Cross Hybrid “Oli mobil hybrid pun beda. Orang Indonesia mikir olinya sama kayak mobil biasa, padahal enggak. Kalau salah, efeknya bisa bikin mesin cepat rusak,” kata Riki, teknisi Dokter Mobil. Selain itu, kebiasaan “memanaskan” mobil hybrid dalam posisi diam juga dinilai keliru. Sistem komputer pada mobil hybrid sudah dirancang untuk menyalakan dan mematikan mesin secara otomatis sesuai kebutuhan daya. Memanaskan mesin terlalu lama justru membuat sistem bekerja tidak efisien dan membebani baterai. Lung Lung menegaskan, kunci utama agar mobil hybrid awet adalah penggunaan rutin, servis berkala, dan pemilihan oli yang sesuai rekomendasi pabrikan. Jika dirawat dengan benar, baterai mobil hybrid bisa bertahan lebih dari 8–10 tahun tanpa masalah berarti. “Mobil hybrid itu efisien banget, tapi jangan diperlakukan kayak mobil biasa. Harus tahu karakternya,” ujar Lung Lung. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.