Banyak orang beranggapan bahwa mengganti oli mesin mobil tak boleh dilakukan saat mesin sedang panas atau baru saja dipakai. Hal ini dapat membuat komponen kaget dan mengalami degradasi. Perubahan suhu oli secara drastis, dari oli panas ke oli baru dengan suhu ruang dianggap bisa mempengaruhi sifat logam khususnya pada komponen mesin. Padahal, penggantian oli mesin mobil bisa terjadi di tengah perjalanan mudik bila memang sudah waktunya atau mobil sudah menempuh jarak tertentu. Muchlis, Pemilik Bengkel Spesialis Toyota Mitsubishi, Garasi Auto Service Sukoharjo mengatakan, penggantian oli mesin saat suhu panas atau dingin tak berpengaruh pada performa. “Boleh ganti oli saat mesin panas atau dingin, tak ada bedanya, tak akan membuat performa mobil terganggu atau jadi cepat rusak,” ucap Muchlis kepada KOMPAS.com, Sabtu (14/6/2026). Misal saat perjalanan mudik, konsumen memang butuh ganti oli mesin di bengkel terdekat hal itu sah saja dilakukan. Arus mudik di Tol padaleunyi mulai terasa seperti di GT Pasteur dan GT Cileunyi “Tak perlu menunggu dulu sampai mesin dingin, sehingga butuh waktu atau menunggu terlalu lama, karena memang ganti oli bisa dilakukan langsung asalkan aman buat mekaniknya,” ucap Muchlis. Mesin yang baru saja digunakan cenderung memiliki suhu sangat tinggi. Jika langsung membuka baut pembuangan oli pada kondisi ini, ada risiko terkena percikan oli panas yang bisa menyebabkan luka bakar pada tangan atau kulit. “Dari segi material logam komponen mesin, tak akan mengalami penurunan kualitas gara-gara oli mesin langsung diganti saat mesin panas atau baru saja dipakai,” ucap Muchlis. Bengkel Siaga Chery Lebaran 2026 Terkadang ada mekanik yang menyarankan penggantian oli sebaiknya dilakukan saat mesin hangat, atau 5-10 menit setelah mobil dipakai dan mesin dimatikan. Jika penggantian dilakukan saat mesin sangat panas, selain berbahaya bagi mekanik, ada kemungkinan oli memercik ketika baut dibuka. Hal ini dapat membuat proses penggantian menjadi kurang aman. Oleh sebab itu, langkah aman yang sering dilakukan adalah mematikan mesin dan menunggu sekitar 10–15 menit sebelum membuka baut oli. “Anjuran tersebut lebih kepada faktor keselamatan mekanik atau pengguna, bukan karena masalah di mesinnya,” ucap Muchlis. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang