– PT Honda Prospect Motor (HPM) buka suara terkait prediksi kondisi pasar mobil baru di Indonesia pada 2026. Sales & Marketing and After Sales Director Honda Prospect Motor, Yusak Billy, mengakui bahwa pasar tahun ini cenderung tidak mudah dan penuh tantangan. "Market tahun 2026 memang masih sangat tough ya, kami monitor terus pengembangannya dan selalu adjust ya, marketnya berubah seperti apa, produksinya berubah seperti apa, apa yang harus diluncurkan juga seperti apa," ujar Billy saat ditemui di Sunter, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu. Salah satu tantangan yang harus dihadapi adalah melemahnya segmen LCGC, yang penjualannya secara umum terus menurun. Buat yang belum tahu, LCGC merupakan segmen andalan Honda karena Brio Satya sangat mendominasi di kelas tersebut. Meski segmen LCGC mengalami penurunan, Honda menegaskan tetap mempertahankan model di segmen tersebut, terutama karena kontribusinya masih besar. "LCGC masih tetap kami pertahankan karena 50 persen jualan kami dari Honda Brio ya," jelasnya. Selain itu, Honda juga masih melihat potensi besar dari pembeli mobil pertama atau first time buyer yang selama ini menjadi target utama segmen LCGC. "Karena kami masih lihat potensi first time buyer itu masih besar, jadi masih kami fokus di Honda Brio dan mengembangkan hybrid yang ke depannya," lanjut Billy. Tak hanya itu, Honda juga mulai menyiapkan langkah elektrifikasi dengan menghadirkan model hybrid serta merencanakan peluncuran kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) di tahun ini. Strategi tersebut menjadi bagian dari penyesuaian Honda terhadap perubahan tren pasar otomotif nasional yang kini mulai bergeser ke arah elektrifikasi. Dengan kombinasi mempertahankan LCGC, mengembangkan hybrid, dan mulai masuk ke EV, Honda berupaya tetap relevan di tengah dinamika pasar yang terus berubah.