— Mobil hybrid kini semakin digemari masyarakat Indonesia berkat efisiensi bahan bakar dan performanya yang halus. Namun, di balik keunggulan itu, ada sejumlah kebiasaan kecil yang tanpa disadari justru bisa memperpendek umur komponen vital mobil, terutama pada sistem baterai dan pendinginan. Menurut Lung Lung, pemilik Dokter Mobil, banyak pengguna mobil hybrid yang masih memperlakukan kendaraannya seperti mobil konvensional. Padahal, sistem kerja dan kebutuhan perawatannya sangat berbeda. “Kesalahan sepele seperti tidak membersihkan baterai, tidak mengganti coolant, atau bahkan salah mengatur AC bisa bikin umur mobil hybrid lebih pendek,” ujarnya kepada Kompas.com, Kamis (13/11/2025). Lung Lung menjelaskan, salah satu kesalahan yang paling sering ditemui adalah tidak membersihkan area baterai secara berkala. Debu dan kotoran yang menumpuk di ruang baterai bisa menghambat sirkulasi udara pendingin. Akibatnya, suhu baterai naik dan performanya menurun, bahkan bisa menyebabkan kerusakan jangka panjang. Selain itu, pengaturan AC yang tidak maksimal juga bisa berdampak pada sistem pendinginan baterai. Banyak pemilik hybrid menurunkan suhu kabin secara manual atau mengatur AC tidak terlalu dingin untuk menghemat energi. Padahal, pada mobil hybrid, AC berfungsi ganda: selain mendinginkan kabin, juga membantu menjaga suhu ideal baterai. Chery Tiggo Cross CSH “Kalau AC-nya gak diset di posisi paling dingin, sistem pendingin baterai bisa terganggu. Lama-lama baterainya cepat panas dan rusak,” kata Lung Lung. Kesalahan berikutnya yang kerap diabaikan adalah tidak mengganti coolant sesuai jadwal. Cairan pendingin ini tidak hanya menjaga suhu mesin, tapi juga mengalir ke sistem inverter dan baterai pada beberapa model hybrid. Coolant yang kotor atau sudah menurun kualitasnya bisa menyebabkan overheat pada sistem kelistrikan. Terakhir, Lung Lung mengingatkan agar pengguna tidak terlalu sering membuka kaca saat mobil hybrid menyala. Meskipun terlihat sepele, kebiasaan ini membuat AC bekerja lebih keras karena udara panas dari luar terus masuk ke kabin. Efeknya, sistem pendinginan baterai ikut terbebani. “Empat hal kecil itu sering banget terjadi, padahal kalau dijaga, mobil hybrid bisa awet banget sampai 10 tahun lebih,” kata Lung Lung. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.