Media test drive Toyota New Veloz Hybrid di Pusdik Lantas Polri Mobil hybrid perlahan mulai mendapat tempat di pasar keluarga Indonesia. Tidak lagi identik sebagai kendaraan mahal atau sekadar simbol teknologi, kini mobil hybrid justru mulai dilirik karena dianggap lebih masuk akal untuk penggunaan harian. Salah satu model yang menunjukkan tren tersebut datang dari Toyota Veloz Hybrid. MPV 7-penumpang itu disebut mendapat sambutan positif sejak pertama kali diperkenalkan ke pasar Indonesia pada akhir tahun lalu. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Bansar Maduma mengungkapkan pemesanan Veloz Hybrid terus mengalami peningkatan dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan, jumlah surat pemesanan kendaraan atau SPK sudah menembus angka lebih dari 10 ribu unit.“Kami sangat mengapresiasi penerimaan Veloz Hybrid yang sangat baik di Indonesia. Itu merupakan bentuk kepercayaan customer terhadap produk Toyota,” ujarnya di acara Toyota GR Car Meet yang digelar akhir pekan kemarin. Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Bansar Maduma Menurutnya, perubahan pola pikir konsumen mulai terlihat seiring kondisi ekonomi dan harga bahan bakar yang terus menjadi perhatian masyarakat. Banyak konsumen kini lebih mempertimbangkan efisiensi kendaraan untuk penggunaan jangka panjang.Bansar menilai konsumen Indonesia sekarang semakin cermat sebelum membeli mobil baru. Bukan hanya mempertimbangkan desain atau fitur, tetapi juga biaya operasional harian yang harus dikeluarkan.“Customer sekarang semakin smart memilih kendaraan yang lebih efisien, tapi tetap sesuai kebutuhan mereka masing-masing,” tuturnya.Menariknya, Toyota melihat tren kenaikan permintaan hybrid tidak hanya terjadi pada Veloz. Beberapa model elektrifikasi lain seperti Kijang Innova Zenix Hybrid juga mengalami peningkatan minat dalam beberapa waktu terakhir.Meski demikian, Toyota menegaskan strategi mereka tetap mengusung konsep multi-pathway. Artinya, konsumen tetap diberikan pilihan kendaraan sesuai kebutuhan, mulai dari mesin bensin konvensional hingga hybrid.Bansar menjelaskan keputusan menghadirkan Veloz hanya dalam versi hybrid dilakukan setelah melihat karakter konsumennya. Pengguna Veloz disebut lebih terbuka terhadap teknologi baru dibanding segmen lain.“Customer Veloz sangat mengapresiasi teknologi, sehingga kami hadirkan Veloz Hybrid. Tapi kebutuhan mesin konvensional tetap kami penuhi lewat Avanza,” katanya.Langkah tersebut sekaligus menunjukkan arah pasar MPV keluarga yang mulai berubah. Jika sebelumnya mobil hybrid lebih banyak bermain di segmen premium, kini teknologi itu mulai turun ke kelas yang lebih terjangkau. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Di sisi lain, meningkatnya minat terhadap mobil hybrid juga menjadi keuntungan tersendiri bagi Toyota yang memiliki lini produk cukup lengkap. Konsumen bisa memilih kendaraan sesuai kebutuhan tanpa harus meninggalkan merek yang sama.“Kalau customer ingin efisien, mereka bisa memilih hybrid. Tapi Toyota tetap menyediakan banyak pilihan untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat,” ujar Bansar.