Harga BBM di Indonesia hingga hari ini, Rabu (1/4), masih belum naik. Meski demikian, bukan mustahil, angkanya mengalami penyesuaian dalam waktu dekat. Kondisi tak pasti itu diprediksi membuat masyarakat hijrah ke mobil irit bahan bakar seperti LCGC.Prediksi tersebut disampaikan Yusak Billy selaku Direktur Pemasaran PT Honda Prospect Motor (HPM). Menurutnya, dengan konsumsi BBM 20 km/liter, LCGC akan menghemat pengeluaran konsumen dalam membeli bahan bakar. "Ini menjadi peluang untuk LCGC karena kan (konsumsi BBM-nya) bisa tembus 20 km/liter. Jadi memang LCGC masih akan digemari (di tengah ketidakpastian harga BBM)," ujar Yusak Billy saat ditemui di Sunter, Jakarta Utara (Jakut).Honda Brio Satya. Foto: CNBC / Tri SusiloKini, HPM mengandalkan Honda Brio Satya di segmen LCGC nasional. Billy yakin, dengan penyegaran rutin yang diberikan, mobil tersebut bisa memberikan nilai lebih untuk konsumen di Indonesia."Kita selalu memberikan nilai lebih untuk Brio Satya, kayak refreshment seperti audio diperbesar. Jadi banyak penyegaran untuk mobil ini," ungkapnya.Di saat bersamaan, Billy juga mengaku masih terus memantau situasi yang terjadi di Timur Tengah. Dia belum bisa memastikan, apakah konflik berkepanjangan itu akan berpengaruh ke harga jual kendaraan."Kita masih mempelajari terus nih ya, kita monitor terus lah setiap hari," kata dia.Sebagai catatan, permintaan LCGC terus menurun dari tahun ke tahun. Karuan saja, pada 2025, penjualan mobil tersebut hanya 130 ribuan unit atau turun 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.Bukan hanya penjualan secara umum, pangsa pasarnya juga tergerus kendaraan-kendaraan lain. Jika pada 2024 market share-nya 20,1 persen, maka tahun lalu hanya 15,7 persen.Meski fluktuasi harga BBM membuat konsumen hijrah ke mobil ramah lingkungan, namun perlu dicatat, mereka tak melulu pindah ke LCGC. Sebab, kendaraan tersebut belakangan pasarnya direnggut mobil listrik yang justru tak memerlukan bahan bakar minyak.