Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) biasanya menjadi periode dengan lonjakan mobilitas masyarakat, terutama bagi pengguna kendaraan pribadi yang melewati jalan tol untuk bepergian jarak jauh. Pada momen Nataru ini, kepadatan lalu lintas diperkirakan kembali terjadi di sejumlah ruas tol utama yang menjadi jalur favorit masyarakat menuju berbagai destinasi liburan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi lonjakan volume lalu lintas tertinggi selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) akan terjadi di lima ruas jalan tol utama, yakni: Tol Jakarta–Cikampek (Japek) Tol Jakarta–Bogor–Ciawi (Jagorawi) Tol Cikopo–Palimanan (Cipali) Tol Semarang–Solo Tol Surabaya–Gempol (Surgem) Suasana kendaraan terjebak macet di Jalan Tol Cawang-Grogol, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2020). Pada hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, lalu lintas di sejumlah jalan di DKI Jakarta terpantau padat hingga terjadi kemacetan. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, mengatakan, Tol Japek masih menjadi jalur favorit masyarakat berdasarkan hasil survei perkiraan pergerakan Nataru 2025/2026. "Sehingga, tepat sekali kita berkumpul di sini untuk mempersiapkan strategi-strategi yang akan dilakukan nantinya di jalan tol khususnya. Tentunya jalan arteri menjadi konsen kita untuk mengelola arus lalu lintas," kata Aan dikutip dari Kompas.com, Sabtu (20/12/2025). Oleh karena itu, koordinasi lintas pemangku kepentingan terus dilakukan untuk menyiapkan berbagai strategi pengaturan lalu lintas, khususnya di titik-titik rawan kemacetan. Sejalan dengan hal tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat juga mengingatkan potensi cuaca ekstrem selama periode Nataru 2025/2026. Berdasarkan prakiraan BMKG, curah hujan tinggi diperkirakan terjadi pada Desember 2025 hingga Januari 2026, sehingga masyarakat dan penyelenggara transportasi diimbau rutin memantau informasi cuaca resmi sebagai langkah mitigasi risiko keselamatan perjalanan. Aan menegaskan, seluruh pemangku kepentingan transportasi darat perlu menyiapkan berbagai alternatif guna mengantisipasi dampak puncak musim hujan. “Kami sebagai stakeholder yang mengelola transportasi darat harus mempersiapkan alternatif-alternatif untuk memitigasi akibat dari puncak hujan ini,” kata Aan. Masyarakat juga diimbau mempersiapkan perjalanan dengan baik, mulai dari kelengkapan administrasi dan kondisi kendaraan, mematuhi aturan lalu lintas, hingga menghindari perjalanan jarak jauh menggunakan sepeda motor demi keselamatan. Selain itu, pengguna jalan disarankan memilih angkutan umum resmi yang telah melalui rampcheck serta memastikan kondisi fisik tetap prima selama perjalanan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang