Kemampuan berkendara yang baik wajib dibarengi dengan teknik pengereman yang ideal. Hal ini penting dipahami karena tak sekadar menyangkut aspek keselamatan. Tanpa disadari, dengan teknik pengereman yang tepat, pengemudi juga bisa mendapatkan keuntungan lebih, seperti konsumsi bahan bakar yang lebih efisien, masa pakai kampas rem dan ban yang lebih panjang, serta performa mobil yang tetap terjaga. Apriyanto Yuwono, National Sales Manager Passenger Car Radial (PCR) PT Hankook Tire Sales Indonesia, menjelaskan pentingnya memahami teknik pengereman sesuai situasi agar tidak terbentuk kebiasaan yang justru merugikan. “Sering kali pengendara punya kebiasaan mengerem tanpa memperhatikan situasi, padahal hal itu dapat menimbulkan konsekuensi berjenjang, baik bagi kendaraan maupun keselamatan di jalan,” ujar Apriyanto dalam keterangan resmi Hankook Indonesia beberapa waktu lalu. Ilustrasi rem tangan pada mobil Lebih lanjut Apriyanto menambahkan, pengereman bukan sekadar menghentikan mobil, tetapi juga bagian dari cara mengontrol kendaraan secara aman dan efisien. Karena itu, pengemudi perlu menghindari kebiasaan-kebiasaan yang keliru saat mengerem. Kesalahan Pengereman yang Kerap Dilakukan Pengemudi 1. Terlalu lama menggunakan rem tangan saat parkir Rem tangan bekerja dengan menekan kampas ke tromol atau cakram belakang agar mobil tidak bergerak. Jika dibiarkan aktif terlalu lama, kampas bisa lengket pada permukaan tromol dan berpotensi lepas dari dudukannya. Risiko ini makin besar bila rem terakhir digunakan dalam kondisi basah. Jika dipaksa jalan, mobil bisa mengalami kerusakan pada sistem rem dan membahayakan pengendara. Untuk parkir dalam waktu lama (seminggu atau lebih), sebaiknya gunakan balok atau tire stopper sebagai pengganjal ban. 2. Mengandalkan rem secara berlebihan di turunan Banyak pengemudi tidak sadar sering hanya mengandalkan pedal rem untuk menurunkan kecepatan di jalan menurun panjang dan curam. Kebiasaan ini bisa menyebabkan overheating karena gesekan berlebihan antara kampas dan cakram, sehingga rem berpotensi blong. Ilustrasi mengerem mobil. Solusinya, gunakan teknik engine brake, yakni menurunkan gigi transmisi agar mesin membantu menahan laju kendaraan. Lakukan juga intermittent braking, pengereman bertahap dengan jeda agar sistem rem sempat mendingin. Gunakan gigi rendah sejak awal turunan dan jaga jarak aman dari kendaraan di depan. 3. Injak rem dan kopling secara bersamaan pada mobil manual Masih banyak pengemudi mobil manual yang terbiasa menekan pedal rem bersamaan dengan kopling untuk memperlambat laju kendaraan. Padahal, cara ini tidak selalu tepat. Saat kopling ditekan, tenaga mesin ke roda terputus sehingga mobil kehilangan bantuan pengereman dari mesin. Akibatnya, kontrol kendaraan berkurang, terutama pada kecepatan tinggi. Saat mobil melewati parkiran mall dengan jalan turunan berbentuk spiral, sebaiknya selalu menggunakan engine brake Agar pengereman optimal, injak rem terlebih dahulu, lalu kopling saat akan menyesuaikan kecepatan. Gunakan keduanya bersamaan hanya ketika mobil hampir berhenti atau dalam keadaan darurat agar mesin tidak mati. 4. Terlalu sering melakukan pengereman mendadak Menginjak rem secara tiba-tiba memang bisa menghentikan mobil cepat, tapi jika dilakukan terus-menerus, akan memberi tekanan berlebih pada sistem rem dan ban. Permukaan ban bisa aus tidak merata atau bahkan membentuk flat spot yang mengurangi daya cengkeram. Di jalan licin, hal ini meningkatkan risiko selip. Sebaiknya lakukan pengereman bertahap dan halus, atau gunakan intermittent braking. Untuk mobil dengan sistem ABS, tekan pedal rem secara konstan tanpa dilepas agar sistem bekerja optimal menjaga traksi ban. Pengecekan rem mobil “Selain memahami teknik pengereman yang benar, pengemudi juga perlu melakukan perawatan rutin. Salah satunya mengganti kampas rem ketika muncul tanda-tanda seperti suara berdecit atau daya cengkeram yang mulai berkurang,” ucap Apriyanto. “Pengereman yang aman juga perlu ditunjang dengan kondisi ban yang prima, karena ban berperan penting menjaga traksi dan stabilitas kendaraan di berbagai kondisi jalan,” lanjutnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.