Masih banyak yang menganggap merawat mobil bertransmisi otomatis atau matik lebih rumit dibandingkan mobil manual. Anggapan ini tidak sepenuhnya salah karena, jika satu komponen transmisi rusak, kerusakannya bisa merembet ke bagian lain dan menimbulkan biaya perbaikan yang tidak sedikit. Agar mobil matik tetap awet dan nyaman dikendarai, ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari pengemudi. Besi pengunci pada gigi P di transmisi mobil matik. Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Hariadi, menyampaikan kesalahan pertama yang kerap dilakukan adalah memindahkan tuas transmisi ke posisi netral saat melaju di jalan menurun. "Beberapa pengemudi beranggapan cara ini bisa menghemat bahan bakar. Padahal, justru bisa membuat transmisi cepat rusak karena sistem pelumasan tidak bekerja optimal saat gigi tidak terhubung," katanya dikutip Jumat (31/10/2025). mobil modern kini sudah memiliki sistem yang otomatis menyesuaikan pasokan bahan bakar ketika melaju di turunan. Dengan gigi tetap terpasang, fuel injector akan menutup dan tenaga putaran roda akan menjaga mesin tetap berputar tanpa konsumsi bensin tambahan. Kesalahan berikutnya adalah mengganti posisi gigi saat mobil belum benar-benar berhenti. Misalnya, dari ‘D’ ke ‘R’ atau sebaliknya saat kendaraan masih bergerak. Cek bagian transmisi mobil, terutama yang terendam banjir, biasanya oli tercampur air. "Kebiasaan ini bisa menimbulkan benturan pada komponen transmisi dan memperpendek usia pakainya. Ingat, tuas transmisi berfungsi untuk mengganti gigi, bukan untuk menghentikan kendaraan," kata dia. "Gunakan rem untuk berhenti sepenuhnya," lanjutnya. Ada pula pengemudi yang senang menggeber mesin dari posisi netral sebelum berpindah ke ‘Drive’. Cara ini sangat berisiko karena bisa merusak clutch dan komponen internal transmisi akibat lonjakan tekanan mendadak. Saat berhenti di lampu merah atau dalam kondisi macet, sebaiknya pindahkan tuas transmisi dari ‘D’ ke posisi netral. Transmisi mobil transmisi matik Banyak pengemudi yang memilih tetap menekan rem dengan posisi gigi di ‘D’, padahal kebiasaan ini membuat tekanan oli di dalam transmisi terus bekerja dan bisa memperpendek umurnya. Terakhir, jangan pernah memindahkan gigi ke posisi ‘P’ sebelum mobil berhenti sepenuhnya. Posisi ‘P’ digunakan untuk parkir, bukan untuk menghentikan mobil. Jika tuas dipindahkan terlalu cepat, mekanisme pengunci di dalam transmisi bisa aus bahkan patah. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.