Perjalanan mudik Lebaran biasanya diwarnai kondisi lalu lintas yang padat, perjalanan jarak jauh, serta tingkat konsentrasi tinggi bagi pengemudi. Dalam situasi tersebut, keberadaan fitur keselamatan aktif pada kendaraan menjadi penting untuk membantu menjaga keamanan perjalanan. Salah satu teknologi keselamatan yang kini banyak diterapkan pada kendaraan modern, yaitu Forward Collision Mitigation (FCM). Sistem ini hadir untuk membantu mendeteksi potensi tabrakan dari arah depan dan memberikan peringatan dini kepada pengemudi. Teknologi tersebut juga menjadi bagian dari fitur keselamatan yang tersedia pada Mitsubishi Xforce, SUV ringkas lima penumpang yang dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan konsumen di wilayah ASEAN. Dimensi bodinya yang relatif ringkas membuat mobil ini mudah dikendalikan di berbagai kondisi jalan, sekaligus tetap menawarkan ruang kabin yang luas dan fungsional untuk aktivitas harian maupun perjalanan jarak jauh seperti mudik. Sentuhan desain modern dengan garis bodi tegas membuat tampilan Mitsubishi XFORCE tidak hanya sporty, tetapi juga elegan sehingga cocok bagi perempuan urban yang ingin tampil percaya diri di jalan. Varian Ultimate with Diamond Sense, Mitsubishi menambahkan serangkaian fitur bantuan pengemudi yang lebih lengkap. Teknologi ini menggabungkan berbagai sistem keselamatan aktif yang bekerja secara terintegrasi, mulai dari Adaptive Cruise Control dengan fungsi low speed follow, Automatic High Beam, Blind Spot Warning, Rear Cross Traffic Alert, hingga Lead Car Departure Notification System. Sistem ini juga didukung enam airbag, sensor radar di depan dan belakang, kamera mono, serta sensor parkir ultrasonik. Salah satu fitur yang cukup menonjol dari rangkaian teknologi tersebut adalah Forward Collision Mitigation atau FCM. Sistem ini dirancang untuk membantu pengemudi mengurangi risiko tabrakan dengan kendaraan atau objek di depan. Dalam situasi lalu lintas yang padat seperti saat arus mudik, fitur ini dapat memberikan lapisan perlindungan tambahan bagi pengemudi. FCM bekerja dengan memanfaatkan sensor radar dan kamera yang biasanya ditempatkan di bagian depan kendaraan, seperti di grille dan area kaca depan. Sensor tersebut secara aktif memantau kondisi jalan dan mendeteksi keberadaan kendaraan lain, sepeda motor, atau objek di depan mobil. Ketika sistem mendeteksi jarak yang terlalu dekat dan berpotensi menimbulkan tabrakan, FCM akan memberikan peringatan kepada pengemudi. Peringatan ini biasanya muncul dalam bentuk indikator visual di panel instrumen disertai bunyi peringatan agar pengemudi segera mengambil tindakan seperti mengurangi kecepatan atau melakukan pengereman. Apabila pengemudi tidak merespons peringatan tersebut, sistem dapat mengaktifkan pengereman secara otomatis. Tujuannya adalah untuk mengurangi kecepatan kendaraan atau bahkan menghentikannya jika memungkinkan, sehingga potensi benturan dapat diminimalkan. Mitsubishi Xforce 55th Anniversary Edition yang berbasis varian Ultimate DS hadir dalam warna Quartz White Pearl two-tone dan dilengkapi engine hood emblem berwarna hitam yang menonjolkan karakter dinamis dan modern. Dalam kondisi tertentu ketika tabrakan tidak sepenuhnya dapat dihindari, sistem ini tetap membantu mengurangi tingkat keparahan dampak. Keberadaan fitur seperti FCM menjadi relevan dalam berbagai situasi berkendara sehari-hari, misalnya ketika menghadapi kemacetan stop and go, kondisi lalu lintas kota yang padat, atau saat pengemudi mengalami kelelahan dalam perjalanan panjang. Dalam konteks perjalanan mudik, teknologi ini dapat membantu menjaga rasa aman selama perjalanan sehingga penumpang dapat menikmati suasana kabin dengan lebih nyaman. Meski demikian, sistem ini tetap memiliki batasan tertentu. FCM biasanya bekerja optimal pada kecepatan rendah hingga menengah, tergantung pada spesifikasi kendaraan. Selain itu, performa sistem dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan seperti hujan deras, kabut tebal, atau sensor yang tertutup kotoran. Karena itu, fitur ini dirancang sebagai sistem pendukung keselamatan, bukan pengganti kewaspadaan pengemudi. Rifat Sungkar, Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia menjelaskan, fitur ini sebetulnya bagian dari ADAS, sehingga sistem kerjanya itu tidak beda sama ADAS manapun. Memiliki sensor di spion depan, bagian atas yang selalu membuat sonar atau radar ke depan. Sensor itu terhubung dengan sistem pengereman. “Nah, untuk jarak sensor di FCM, itu juga sama pola kerjanya sama Adaptive Cruise Control, bisa di-setting sensitivitinya. Tapi, FCM bedanya sama Adaptive Cruise Control, Cruise Control bisa diatur jaraknya. Tapi, FCM akan kerja secara otomatis,” kata Rifat belum lama ini di Jakarta. Perkembangan model ini juga berlanjut dengan hadirnya edisi khusus yang diperkenalkan pada ajang Indonesia International Motor Show 2026. Edisi bernama Mitsubishi Xforce 55th Anniversary Edition tersebut berbasis varian Ultimate with Diamond Sense dan tampil dengan kombinasi warna Quartz White Pearl two-tone yang memberikan kesan modern dan dinamis. Beberapa tambahan aksesori seperti emblem hitam, karpet khusus edisi peringatan, hingga fitur e-mirror dengan Digital Video Recorder turut disematkan pada model ini. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang