Perjalanan mudik menggunakan mobil listrik murni (BEV) wajib memperhatikan waktu berhenti di rest area. Selain pengemudi butuh istirahat, mobil juga perlu dicas agar tetap bisa melanjutkan perjalanan. Proses ini secara alami memberikan waktu istirahat bagi kendaraan dan pengemudi. Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) mengatakan mobil listrik tak harus diistirahatkan secara berkala saat perjalanan jauh seperti mudik. “Waktu istirahatnya ya ketika pengisian baterai, ketika level baterai sudah 30 persen maka pengemudi perlu merencanakan untuk berhenti di rest area terdekat yang tersedia SPKLU,” ucap Jayan kepada KOMPAS.com, Minggu (15/3/2026). Dengan pengisian cepat, waktu berhenti bisa berkisar antara 20 hingga 40 menit. Jarak antar pengisian umumnya berada di kisaran 250 hingga 500 kilometer, tergantung kapasitas baterai dan kondisi jalan yang dilalui. “Mobil listrik memang sudah didesain sedemikian rupa, mampu dipakai secara terus menerus meski tetap akan terjadi peningkatan suhu baterai saat dioperasikan,” ucap Jayan. Fasilitas SPKLU rest area KM 43 Mobil listrik punya sistem pendingin baterai yang akan bekerja sesuai kebutuhan. Sehingga dapat menjaga suhu baterai tetap ideal. “Meski minim perawatan, mobil listrik tetap harus melakukan servis berkala sesuai anjuran pabrikan, salah satunya memastikan sistem pendingin berjalan normal,” ucap Jayan. Kesimpulannya, mobil listrik murni (BEV) perlu berhenti di tengah perjalanan jauh guna mengisi daya listrik. Hal ini menjadi kesempatan pengendara untuk beristirahat. Tujuannya bukan hanya menjaga performa kendaraan, tetapi juga memastikan keselamatan dan kenyamanan pengemudi sepanjang perjalanan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang