Uji motor listrik Yadea Osta dan Velax Bogor sejauh lebih dari 150 kilometer untuk membuktikan kemampuan efisiensi serta daya tahan baterai dalam penggunaan nyata. Pengujian itu dilakukan dengan melintasi beragam kondisi jalan, mulai dari jalur perkotaan, tanjakan, hingga area padat lalu lintas di kawasan Puncak. Hasilnya, Yadea Osta P mampu mencatat jarak tempuh hingga 153 kilometer dengan sisa baterai 13 persen, sedangkan Velax U berhasil menempuh 156 kilometer dengan sisa daya 23 persen. GULIR UNTUK LANJUT BACA VP & GM Sales and Marketing Yadea Indonesia, Andy Luo, mengatakan seluruh perjalanan dilakukan hanya dengan satu kali pengisian penuh di awal tanpa pengisian ulang selama perjalanan berlangsung.Menurut dia, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa motor listrik tidak lagi sekadar kendaraan alternatif, melainkan mulai berkembang sebagai solusi mobilitas harian maupun perjalanan antarkota.“Seluruh perjalanan dilakukan hanya dengan satu kali pengisian penuh di awal tanpa pengisian tambahan selama perjalanan,” ujar Andy Luo dalam keterangan resminya, Kamis 14 Mei 2026.Pengujian ini juga menjadi sorotan karena dilakukan dalam kondisi jalan yang cukup beragam. Rute dari Bandung menuju Bogor melewati kawasan Cianjur, Sasak Rajamandala, hingga jalur Puncak yang dikenal memiliki kontur menanjak dan lalu lintas padat, terutama pada jam-jam tertentu.Dalam kondisi tersebut, performa motor listrik sering kali diuji, terutama terkait efisiensi baterai dan kestabilan tenaga. Namun Yadea mengklaim kedua model itu tetap mampu mempertahankan performa secara konsisten sepanjang perjalanan.Selain jarak tempuh, efisiensi biaya operasional menjadi aspek yang ikut ditekankan. Yadea menyebut biaya energi kendaraan listrik roda dua jauh lebih rendah dibanding motor berbahan bakar bensin. Dengan kebutuhan pengisian daya yang relatif murah, pengguna disebut dapat menghemat pengeluaran operasional hingga 90 persen dibanding kendaraan konvensional.Dari sisi teknologi, Osta P dan Velax U dibekali sistem pintar AiGO Intelligent Riding System dan iControl Intelligent System. Teknologi tersebut mendukung sejumlah fitur seperti cruise control, regenerative braking, hingga pengelolaan baterai cerdas untuk membantu efisiensi penggunaan daya.Fitur regenerative braking sendiri memungkinkan energi yang muncul saat pengereman dikonversi kembali menjadi daya listrik untuk baterai. Teknologi seperti ini mulai umum diterapkan pada kendaraan listrik modern guna membantu meningkatkan efisiensi perjalanan.Yadea menilai keberhasilan pengujian ini menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap motor listrik, khususnya terkait kemampuan perjalanan jarak jauh. Sebab, salah satu kekhawatiran utama calon pengguna kendaraan listrik roda dua masih berkaitan dengan daya jelajah dan ketersediaan energi saat digunakan harian. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Pengujian tersebut juga melibatkan media nasional, komunitas pengguna, serta reviewer otomotif untuk melihat langsung performa kendaraan selama perjalanan berlangsung. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pembuktian bahwa motor listrik tidak hanya cocok digunakan di area perkotaan, tetapi juga dapat diandalkan untuk perjalanan dengan jarak lebih panjang.Melalui pengembangan teknologi dan pengujian penggunaan nyata, Yadea berharap adopsi kendaraan listrik di Indonesia dapat terus meningkat seiring kebutuhan masyarakat terhadap mobilitas yang lebih efisien dan ramah lingkungan.