Video unggahan akun Instagram @dashcamindonesia viral setelah memperlihatkan kejadian saldo e-toll kurang saat hendak bayar di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama. Padahal, saldo yang tersisa di kartu masih mencapai Rp 293.497. Dalam keterangan video, pengemudi mengaku mengalami kejadian tersebut saat arus balik dari Plumbon menuju Jakarta melalui Tol Cipali dan Cikampek. “Pas masuk gate Cikampek saldo gak cukup padahal masih sisa Rp 293.497,” tulisnya. Setelah dicek, penyebabnya adalah kesalahan input golongan kendaraan di GT Plumbon. Mobil yang seharusnya masuk Golongan 1 justru terbaca sebagai Golongan 4, sehingga tarif yang dikenakan menjadi jauh lebih mahal. Ia menyebut kondisi tersebut berpotensi merugikan pengguna jalan yang tidak menyadari tarif tol, terutama saat periode mudik. Pihak PT Jasamarga Transjawa Tol membenarkan adanya kesalahan tersebut. Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol Ria Marlinda Paallo menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang dialami pengguna jalan. “Dari hasil pengecekan benar bahwa telah terjadi salah deteksi Golongan kendaraan oleh petugas mobile reader di GT Plumbon,” kata Ria kepada Kompas.com, Kamis (26/3/2026). Ia menjelaskan, semula kartu e-toll terbaca sebagai Golongan 4 dengan tarif Rp 334.000 dari GT Plumbon ke GT Cikampek Utama. Setelah dilakukan validasi, data dikoreksi menjadi Golongan 1 dengan tarif normal Rp 162.000. Pengguna jalan akhirnya hanya dikenakan tarif sesuai golongan kendaraan yang benar, dengan sisa saldo menjadi Rp 131.497. Jasamarga menyebut kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan ke depan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang