PT Jasa Marga terus memperluas fungsi teknologi Radio Frequency Identification (RFID) di jalan tol. Jika sebelumnya sistem ini dikenal sebagai media transaksi nontunai di gerbang tol, maka mulai 2026 perannya akan semakin strategis, khususnya untuk kendaraan angkutan barang. Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan A. Purwanto, mengatakan bahwa penggunaan RFID ke depan akan terintegrasi dengan kebijakan Kementerian Perhubungan, terutama dalam hal identifikasi kendaraan truk. “Pada tahun 2026 ini selain digunakannya sebagai media transaksi di gerbang tol, bersama Kementerian Perhubungan beberapa waktu yang lalu Pak Menhub menyampaikan bahwa identifikasi truk juga dilakukan dengan baik, ini akan dilakukan bersama-sama,” ujar Rivan, saat ditemui di Jakarta Selatan, Sabtu (10/1/2026). Menurut Rivan, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat telah menetapkan kebijakan terkait penempatan stiker RFID pada kendaraan. Aturan tersebut mengatur letak stiker, baik yang digunakan untuk sistem Jasa Marga maupun yang terintegrasi dengan aplikasi Travoy. Tak hanya untuk pembayaran tol, RFID juga akan menjadi bagian dari sistem pendataan kendaraan, termasuk sebagai bukti kepemilikan uji emisi. Stiker RFID Let It Flo yang terpasang di bagian lampu depan mobil. “Dari Kementerian Perhubungan telah memilih bahwa kebijakan terhadap kendaraan sudah dikeluarkan dari Dirjen Perhubungan Darat tentang letak stiker RFID, baik yang digunakan untuk Jasa Marga atau di Travoy aplikasi yang kita miliki, juga termasuk sebagai bagian dari bukti lulus uji emisi yang dimiliki oleh Kementerian Perhubungan,” kata Rivan. Dengan integrasi tersebut, Jasa Marga nantinya dapat melakukan identifikasi pemilik truk secara lebih cepat dan akurat, terutama ketika kendaraan melintas di ruas tol. Fungsi ini juga dinilai penting dalam mendukung layanan operasional di jalan tol, termasuk saat terjadi kondisi darurat. “Jadi selain bisa digunakan oleh masyarakat, juga bisa melakukan identifikasi terhadap pemilik truk, khususnya pada saat truknya melewati ruas-ruas tol, termasuk ketika menggunakan atau adanya permintaan bantuan sepanjang menggunakan jalan tol ini,” ujarnya. Melalui pengembangan ini, RFID diharapkan bukan hanya meningkatkan efisiensi transaksi, tetapi juga mendukung pengawasan kendaraan angkutan, keselamatan lalu lintas, serta pelayanan pengguna jalan tol secara menyeluruh. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang