Kehadiran kembali Honda Prelude di pasar otomotif nasional tidak hanya menarik perhatian pengguna setia Honda, tetapi juga para pecinta mobil secara umum. Model sport legendaris ini disebut memiliki basis peminat yang lebih luas dibanding sekadar loyalis merek. Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy mengatakan, komposisi calon pembeli Honda Prelude cukup beragam. Bahkan, porsi loyalis Honda tidak mendominasi sepenuhnya. “Loyalis kita sebetulnya 40 persen saja, semua antusias mobil suka sekali dengan mobil Honda Prelude. Bukan hanya Honda loyalis tapi car enthusiast,” ujar Billy, saat ditemui di Kemayoran, Jakarta Pusat, belum lama ini. Menurut Billy, karakter Honda Prelude sebagai model ikonik dengan sejarah panjang di segmen sport coupe membuat daya tariknya bersifat emosional. Mobil ini tidak semata dilihat sebagai alat mobilitas, tetapi juga bagian dari gaya hidup dan hobi. Honda Prelude Segmen pembeli seperti ini umumnya sudah memiliki ketertarikan kuat terhadap dunia otomotif, mengikuti perkembangan model performa, serta memahami nilai historis sebuah nama besar seperti Honda Prelude. Selain faktor warisan model, desain dan karakter sporty yang melekat pada Honda Prelude juga menjadi magnet utama. Konsumen yang tertarik biasanya mencari mobil dengan diferensiasi tinggi, tidak pasaran, serta punya citra performa. Kondisi tersebut membuat profil pembeli Prelude cenderung datang dari kalangan penghobi dan kolektor, termasuk pengguna lintas merek yang sebelumnya tidak selalu memakai produk Honda. Dengan basis peminat yang lebih luas dari sekadar pelanggan loyal, Honda Prelude diproyeksikan menjadi model yang memperkuat emotional value merek Honda di segmen kendaraan performa. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang