Segmen niaga atau fleet menjadi salah satu penopang penting penjualan sepeda motor Honda di Indonesia. Meski porsinya tidak sebesar pasar ritel, kontribusinya konsisten dan didominasi model-model yang sudah terbukti tangguh serta efisien untuk operasional harian. Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM), Octavianus Dwi, mengungkapkan bahwa segmen secara konsisten menyumbang penjualan tahunan. Honda CB150 Verza punya warna baru “(Konstribusi segmen fleet) mungkin sekitar 5-6 persen. Model yang biasanya berjalan untuk kategori cub (bebek) adalah Revo atau Supra X 125, sedangkan untuk kategori sport biasanya Verza atau CB150 Verza,” kata Octa di Jakarta (25/2/2026). Dengan total penjualan mencapai 4,9 juta unit pada 2025, maka diperkirakan kontribusi segmen fleet diperkirakan berada di kisaran 245.000 hingga 294.000 unit per tahun. Angka tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan kendaraan operasional, baik untuk perusahaan, lembaga, maupun instansi, masih stabil dan signifikan. Honda Supra X 125 di ajang Jakarta Fair Kemayoran 2022 Revo dan Verza Jadi Tulang Punggung Dari berbagai model yang dipasarkan, dua nama muncul sebagai motor terlaris Honda di segmen niaga: Honda Revo dan Honda Verza. “Model yang biasanya berjalan untuk kategori cub (bebek) adalah Revo atau Supra, sedangkan untuk kategori sport biasanya Verza,” ujar Octa. Revo dikenal irit bahan bakar dan mudah dalam perawatan, menjadikannya pilihan rasional untuk operasional lapangan dengan intensitas tinggi. Honda CRF150 Menjadi Motor Ambulans di Larantuka Sementara Verza menawarkan mesin 150 cc yang tangguh dan posisi berkendara nyaman untuk jarak menengah hingga jauh. Cocok untuk kebutuhan survei, distribusi ringan, hingga mobilitas antarkota. “Sekarang yang dominan adalah Revo dan Verza. Sesekali ada CRF150 untuk instansi tertentu seperti militer, tergantung tujuan penggunaannya,” kata dia. Untuk kebutuhan khusus di medan berat, model trail seperti Honda CRF150 dipilih oleh instansi tertentu, termasuk militer, yang membutuhkan kemampuan jelajah di jalan non-aspal. Ilustrasi Honda PCX 160 di main dealer Wahana Honda Menariknya, peminat skutik untuk segmen niaga juga tetap ada. Namun berbeda dengan kategori bebek dan sport yang terpusat pada beberapa model. “Untuk skutik modelnya lebih bervariasi,” ucap Octa. Hal ini menunjukkan bahwa untuk kebutuhan operasional yang mengutamakan efisiensi biaya dan ketahanan jangka panjang, motor bebek dan sport entry level masih menjadi primadona. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang