Kecelakaan tragis yang melibatkan rombongan Harley-Davidson terjadi di Jalan Trans Sulawesi poros Rantepao–Palopo, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Insiden ini menewaskan anak berinisial J (10), seorang pelajar sekolah dasar, setelah tertabrak sepeda motor gede (moge) yang kehilangan kendali. Komunitas pengendara pun langsung menyampaikan empati dan permohonan maaf kepada keluarga korban atas peristiwa tragis yang merenggut nyawa seorang anak. Seorang pelajar sekolah dasar (SD) berusia 10 tahun bernama Julfian meninggal dunia setelah tertabrak sepeda motor gede (moge) di Jalan Trans Sulawesi poros Rantepao–Palopo, tepatnya di Kelurahan Nanggala, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (30/4/2026) lalu sekitar pukul 17.00 Wita. Yudi Djadja, Director Hogers Indonesia, menyampaikan pernyataan resmi yang penuh penyesalan atas kejadian tersebut. “Secara khusus, dari lubuk hati yang paling dalam, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada kedua orang tua dan keluarga besar Almarhum ananda J. Kami menyadari sepenuhnya bahwa tidak ada kata-kata, materi, maupun tindakan apa pun yang mampu mengobati luka dan menggantikan kehilangan yang teramat berat ini,” ujar Yudi, dalam keterangan resmi, Rabu (6/5/2026). Ia juga menyampaikan doa serta harapan agar keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan menghadapi cobaan berat ini. Yudi mengatakan bahwa sejak kejadian, pihaknya bersikap kooperatif dan siap mengikuti seluruh proses hukum yang berjalan, sekaligus menghormati nilai-nilai adat setempat. “Kami menghormati sepenuhnya kewenangan aparat penegak hukum dan mendukung proses penegakan hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata dia. Ia juga menambahkan bahwa pihaknya memahami besarnya duka yang dirasakan masyarakat Toraja dan berkomitmen menjaga komunikasi dengan keluarga korban. Lebih lanjut, organisasi juga tengah melakukan evaluasi internal atas kejadian tersebut. Dengan penyesalan mendalam dan komitmen tanggung jawab sejak awal, Sdr. RR dari HOGERS INDONESIA kooperatif menjalani pemeriksaan di Polres Toraja Utara. Proses transparan ini turut disaksikan langsung oleh orang tua Almarhum ananda J dan tokoh masyarakat “Fokus utama kami saat ini adalah memastikan anggota kami memenuhi seluruh kewajiban moral dan kooperatif dengan aparat berwenang,” ucap Yudi. Di sisi lain, polisi mengungkap kronologi kecelakaan yang terjadi pada Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 17.00 Wita di Jalan Trans Sulawesi poros Rantepao–Palopo, Kabupaten Toraja Utara. Korban, J (10), saat itu berada di pinggir jalan ketika rombongan moge melintas. Kasat Lantas Polres Toraja Utara, Iptu Muhammad Nasrum Sujana, menjelaskan bahwa salah satu pengendara sempat melepas tangan dari setang untuk melambaikan tangan kepada warga, sebelum akhirnya kehilangan kendali. Ilustrasi touring komunitas pengguna Harley-Davidson Hogers Indonesia "Saat Ridwan (pengendara harley) terjatuh dari sepeda motor, masih tetap bergerak sejauh kurang lebih 24 meter ke depan. Sepeda motor Harley-Davidson yang bergerak ke depan menabrak J yang berada di bahu jalan sebelah kiri,” kata Nasrum, dikutip dari . Benturan keras membuat korban terpental hingga ke area persawahan. Warga sempat memberikan pertolongan dan membawa korban ke fasilitas kesehatan, namun nyawanya tidak tertolong. Adapun pengendara Harley-Davidson yang menabrak hanya mengalami luka ringan. Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. Polisi telah meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan dan menetapkan pengendara sebagai tersangka. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keselamatan berkendara harus selalu diutamakan. Tindakan sekecil apa pun di jalan raya dapat berujung fatal jika tidak dilakukan dengan penuh kehati-hatian. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang