Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Sumatera dan Kalimantan. Selain menimbulkan kerusakan lingkungan, asap dari kebakaran dapat mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk pengguna jalan. Bagi pengendara motor, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian lebih. Berbeda dengan pengemudi mobil yang berada di dalam kabin, pengendara motor terpapar langsung udara di sekitarnya. Asap tebal juga dapat mengurangi jarak pandang. Kondisi ini membuat pengendara lebih sulit melihat kendaraan atau objek lain di jalan. Pendiri dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, pengendara motor perlu melakukan beberapa langkah antisipasi ketika melintas di wilayah yang terdampak asap karhutla. Kabut asap yang disebabkan karhutla mulai menyelimuti sebagian Kota Banjarbaru, Kalsel, Senin (20/7/2026). Kecepatan dan Nyalakan Lampu Jusri mengatakan, pengendara motor perlu menyesuaikan kecepatan ketika jarak pandang mulai terganggu. Lampu kendaraan juga perlu dinyalakan agar keberadaan motor lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lain. “Pengguna motor, selain harus melakukan hal yang sama, yaitu mengurangi kecepatan dan menghidupkan lampu," kata Jusri kepada Kompas.com, Minggu (23/8/2026). Jusri mengatakan, menghidupkan lampu saat berkendara di kabut asap merupakan satu keharusan. "Karena lampu adalah alat komunikasi yang bisa diteksi dari awal. Khususnya berhadapan dengan kendaraan datang dari arah lawan," ujar Jusri. Foto udara kawasan pemukiman Seberang Ilir yang tertutup kabut asap di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (23/8/2026). Berdasarkan citra satelit Himawari-9 yang dipantau BMKG pada Minggu (23/8) pukul 10:00 WIB, terdeteksi terjadi sebaran asap di wilayah Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selata, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah dan Papua Selatan akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di daerah tersebut, dan menyebabkan jarak pandang di Kota Palembang pada pagi hari kurang dari 50 meter sedangkan kualitas udara masuk dalam kategori Berbahaya pada malam dan pagi hari. Masker Selain mengurangi kecepatan dan menyalakan lampu, pengendara motor juga perlu memperhatikan kondisi udara yang dihirup selama perjalanan. Jusri mengatakan pengendara motor wajib untuk menggunakan masker. Asap karhutla dapat membawa partikel dan polutan yang berpotensi mengganggu kesehatan. “Pasalnya, polusi akibat kebakaran hutan dapat mengganggu kesehatan. Jadi, selain menimbulkan potensi ancaman kecelakaan, kondisi ini juga memberikan potensi ancaman terhadap kesehatan," kata Jusri. Kemudian pengendara juga sebaiknya menghindari perjalanan yang tidak perlu ketika asap sudah terlalu pekat. “Oleh karena itu, penggunaan masker merupakan hal yang mutlak bagi pengguna motor yang melintas di wilayah yang dilanda kebakaran hutan,” kata Jusri. Ilustrasi masker motor Jenis Masker 1. Masker respirator Masker respirator atau yang biasa disebut dengan masker N95 merupakan jenis masker anti polusi yang dapat menyaring polutan dan partikel halus sampai 95 persen. Masker respirator memang dapat memfilter partikel halus sampai dengan 2.5 particular matter, tetapi tidak dapat menyaring gas. Bagi kelompok sensitif, seperti penderita infeksi saluran pernapasan dan pekerja di luar ruangan, sangat dianjurkan untuk memakai masker ini. Masker ini tidak direkomendasikan untuk anak-anak, ibu hamil, dan para lansia karena masker ini cenderung sangat ketat agar dapat menyaring udara dengan sempurna. Durasi penggunaan masker respirator hanya 7 hingga 8 jam. Lebih dari itu, kualitas fungsinya akan menurun. Ilustrasi masker N95. 2. Masker Sederhana Masker jenis ini mudah ditemui dan sering digunakan oleh orang-orang yang sedang bepergian. Namun, kemampuan masker ini untuk menyaring polutan dan partikel besar 30 hingga 40 persen. Masker sederhana hanya boleh dipakai satu kali dan tidak bisa dicuci karena dapat melebarkan pori-porinya. Masker jenis ini hanya berfungsi secara efektif selama delapan jam. 3. Masker flu dan masker bedah Meski kelihatannya mirip, masker jenis ini memiliki lapisan penyaring yang lebih sedikit daripada masker sederhana. Pada dasarnya, masker flu dan masker bedah digunakan untuk menghambat penyebaran polusi bukan penyaring udara. Namun, banyak orang yang memakainya sebagai masker anti polusi.