Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda dilaporkan meningkat dalam beberapa hari terakhir, dengan erupsi menerus sejak Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB yang disertai suara gemuruh dan dentuman. Erupsi tersebut turut menyebabkan abu vulkanik terbawa angin dan menyebar ke sejumlah wilayah. Abu vulkanik mulai mencapai kawasan pesisir Kabupaten Serang, Banten, dan terdeteksi hingga Depok serta Kota Bogor, Jawa Barat. Kondisi ini perlu menjadi perhatian bagi masyarakat yang masih harus beraktivitas di luar ruangan, termasuk pengendara sepeda motor. Victor Assani, Ketua Bidang Road Safety dan Motorsport dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mengatakan, sebisa mungkin masyarakat tidak melakukan aktivitas di luar rumah ketika kondisi paparan abu vulkanik semakin buruk. "Usahakan tidak perlu beraktivitas di luar dalam situasi seperti ini, apalagi jika situasi bertambah gawat. Hal ini karena selain berpotensi bahaya di jalan, situasi dengan debu vulkanik apalagi pekat akan sangat berbahaya bagi tubuh manusia," katanya kepada Kompas.com, Minggu (6/9/2026). Namun, apabila aktivitas berkendara tidak dapat dihindari, pengendara disarankan menggunakan perlengkapan pelindung secara maksimal. Petugas PMI di Kota Sukabumi tengah membagikan masker gratis kepada warga. Minggu (6/9/2026) "Kalaupun harus keluar dan beraktivitas berkendara, maka pergunakanlah kelengkapan yang maksimal, misalnya jaket yang melindungi seluruh bagian tubuh atas sampai leher, termasuk menggunakan sarung tangan dan sepatu," katanya. Masker menjadi salah satu perlengkapan penting ketika pengendara harus beraktivitas di tengah paparan abu vulkanik. "Masker menjadi hal yang wajib. Bukan masker kain biasa, karena debu ukurannya mikron, maka saya sarankan menggunakan masker model N95 atau sejenis yang benar-benar bisa menyaring debu," katanya. Selain saluran pernapasan, mata juga perlu mendapat perlindungan. Abu vulkanik memiliki partikel yang dapat menyebabkan iritasi ketika masuk ke mata. "Sangat berbahaya kalau sampai masuk saluran pernapasan. Di luaran kulit saja karena partikel vulkanis ini memiliki sifat fisika tajam dan keras serta sifat kimia yang asam, maka akan mengakibatkan iritasi baik pada kulit, mata sampai saluran pernapasan," katanya. Karena itu, penggunaan pelindung mata juga menjadi bagian penting ketika berkendara di tengah abu vulkanik. "Sebaiknya pergunakanlah model kacamata seperti kacamata renang yang benar-benar rapat," ucapnya. Perlengkapan berkendara juga sebaiknya tidak hanya berfungsi sebagai pelindung dari angin atau cuaca. Ketika terdapat abu vulkanik, pengendara perlu menutup bagian tubuh yang terbuka. Jaket dengan perlindungan hingga bagian leher, sarung tangan, serta sepatu dapat digunakan untuk mengurangi paparan abu vulkanik secara langsung pada kulit.