Abu vulkanik yang menempel pada kendaraan tidak hanya mengotori bodi, tetapi juga dapat mengganggu kinerja mesin apabila masuk ke sistem penyaringan udara. Kondisi ini perlu diperhatikan, terutama ketika kendaraan digunakan di wilayah yang terdampak hujan abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Partikel abu yang menumpuk pada filter udara dapat membuat aliran udara menuju mesin terhambat. Kamal, pemilik Bengkel Kafka, mengatakan, jika dibiarkan kondisi tersebut berpotensi membuat performa mesin menurun hingga meningkatkan konsumsi bahan bakar. "Kalau penumpukannya terlalu banyak, suplai udara terhambat yang mengakibatkan tenaga berkurang dan BBM lebih boros," kata Kamal kepada Kompas.com, Senin (7/9/2026). Debu di mobil yang bercampur dengan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Selain menghambat aliran udara, filter yang terlalu kotor juga dapat membuat throttle body lebih cepat kotor. Karena itu, kondisi filter udara perlu diperiksa setelah kendaraan terpapar abu vulkanik dalam jumlah banyak. Risiko yang lebih serius dapat terjadi apabila partikel abu vulkanik berhasil melewati filter udara dan masuk ke dalam mesin. Berbeda dengan debu biasa, abu vulkanik memiliki sifat abrasif. Partikel tersebut dapat mengikis permukaan komponen mesin yang mengalami gesekan. "Kalau abu sampai masuk ke ruang bakar, ada kemungkinan dinding blok mesin tergores," katanya. Goresan pada dinding silinder dapat menyebabkan keausan komponen mesin. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kemampuan mesin mempertahankan kompresi. "Jangka panjang bisa berbahaya buat kompresi mesin, karena debu vulkanik berbeda dengan debu biasa," ujarnya. Maka dari itu, pemilik kendaraan yang terpapar abu vulkanik sebaiknya segera memeriksa kondisi filter udara dan sistem pemasukan udara untuk memastikan tidak ada partikel yang masuk ke ruang mesin.