Aki lithium mulai dilirik sebagai alternatif pengganti aki konvensional pada motor maupun mobil. Umurnya diklaim lebih panjang, arus lebih stabil, dan minim perawatan. Namun satu pertanyaan yang kerap muncul di benak konsumen adalah: apakah aki lithium bisa dicas? Rendra Pramono, Engineering Department Head Dharma Group, memastikan bahwa aki lithium tetap bisa diisi ulang. Hanya saja, ada batasan teknis yang wajib diperhatikan. Komponen aki motor. “Bisa dicas. Tapi maksimal 14 volt. Normalnya 13,1 volt. Jangan lebih dari 14 volt, bisa rusak,” ujar Rendra, kepada Kompas.com belum lama ini. Penjelasan tersebut menegaskan bahwa proses pengisian daya tidak boleh sembarangan. Tegangan yang terlalu tinggi justru berisiko merusak komponen di dalam baterai. Artinya, pengisian harus mengikuti standar yang sudah ditentukan pabrikan. Lalu bagaimana jika konsumen mendapati aki mulai melemah? Rendra menyarankan agar konsumen dapat membaca buku manual aki lithium, karena petunjuk penggunaan sudah tertera di sana. Ilustrasi aki lithium buat motor di IIMS 2026 “Kalau aki melemah dibawa saja ke distributor resmi kami. Diler sudah dilatih cara cas sesuai standar. Di manual book juga ada panduannya,” ucap Rendra. Dengan demikian, pemilik kendaraan tidak disarankan melakukan pengisian secara asal, apalagi menggunakan perangkat yang tidak sesuai spesifikasi. Jaringan resmi sudah dibekali prosedur pengisian yang tepat agar usia pakai tetap optimal. Berbicara soal usia pakai, secara durabilitas, masa pakai aki lithium sebenarnya lebih panjang dibanding aki konvensional yang rata-rata bertahan dua hingga tiga tahun. Selain itu, arus listrik yang dihasilkan juga lebih stabil. Cek tegangan voltase aki Rendra sebelumnya menjelaskan bahwa dalam pengujian tertentu, aki lithium mampu mempertahankan suplai daya secara konsisten meski tidak langsung terhubung dengan pengisian ulang. Arus yang stabil ini berkontribusi pada pembakaran yang lebih sempurna serta percikan busi yang lebih kuat. Dari sisi konstruksi, pembaruan juga terlihat pada material terminal. Jika aki biasa menggunakan besi yang rentan menimbulkan oksidasi atau serbuk putih, aki lithium memakai kuningan. Material ini lebih tahan terhadap korosi. Struktur terminalnya pun ditanam langsung ke dalam casing plastik. Desain tersebut membuatnya lebih aman karena meminimalkan risiko kebocoran serta mencegah terminal kendur akibat getaran. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang