BYD M6 menjadi salah satu mobil listrik yang mulai mendapat perhatian di Indonesia. Dengan klaim jarak tempuh hingga 530 kilometer, model ini mulai dipertimbangkan untuk perjalanan jarak jauh, termasuk mudik Lebaran. Salah satu rute yang kerap ditempuh pemudik adalah Jakarta–Yogyakarta melalui Tol Trans Jawa. Jalur ini memiliki jarak sekitar 575 kilometer dan didukung infrastruktur jalan tol yang relatif baik sehingga memungkinkan perjalanan antarkota dilakukan lebih efisien. Sebagai informasi, BYD M6 yang dipasarkan di Indonesia dibekali baterai berkapasitas 55,4 kWh untuk tipe Standard dengan jarak tempuh 420 km. Sedangkan tipe Superior, dibekali baterai 71,8 kWh dengan jarak tempuh 530 km. Test drive BYD M6. Jarak tempuh tersebut merupakan klaim BYD dan bisa lebih rendah pada kondisi nyata. Perbedaan tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari gaya berkendara, kondisi lalu lintas, hingga penggunaan fitur kendaraan seperti pendingin kabin. Karena itu, konsumsi energi mobil listrik sering kali tidak selalu sama pada setiap perjalanan. Berdasarkan hasil pengujian redaksi, konsumsi daya BYD M6 tercatat sekitar 5,7 km per kWh. Dengan acuan tersebut, kebutuhan energi untuk perjalanan Jakarta–Yogyakarta dapat dihitung secara kasar. Untuk menempuh jarak sekitar 575 km, mobil ini membutuhkan energi sekitar 100,8 kWh. Artinya, pengemudi kemungkinan perlu melakukan pengisian daya sekitar dua hingga tiga kali selama perjalanan, tergantung kondisi baterai saat berangkat. BYD M6 dipakai setahun, sukses melibas Dieng hingga perjalanan jauh lain, hemat biaya servis, tapi ada beberapa kekurangan. Saat ini tarif listrik rumah tangga non-subsidi berada di kisaran Rp 1.400 hingga Rp 1.700 per kWh. Sementara untuk pengisian di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dengan fasilitas DC fast charging, seperti milik PLN atau Voltron, tarifnya berada di kisaran Rp 2.466,74 per kWh. Jika biaya pengisian dibulatkan menjadi Rp 2.500 per kWh, maka kebutuhan energi sebesar 100,8 kWh akan membutuhkan biaya sekitar Rp 252.000 untuk perjalanan sekali jalan. Selain biaya listrik, pemudik juga perlu memperhitungkan tarif tol. Untuk kendaraan Golongan I, estimasi tarif tol rute Jakarta–Semarang mencapai sekitar Rp 451.500. Namun, pada periode mudik Lebaran biasanya terdapat potongan tarif tol dari pemerintah. Test drive BYD M6 Pada periode 15 Maret pukul 00.00 WIB hingga 16 Maret pukul 24.00 WIB, pengguna jalan tol mendapatkan diskon tarif khusus mudik 2026 untuk rute Jakarta–Semarang sebesar Rp 142.050. Dengan demikian, tarif tol kendaraan Golongan I pada periode tersebut menjadi sekitar Rp 309.450. Ditambah lagi tarif tol Semarang-Solo sebesar Rp 92.000 dan Yogyakarta-Solo sebesar Rp 42.500. Maka, total estimasi tarif tol Jakarta-Yogyakarta adalah Rp 443.950. Jika digabungkan dengan biaya listrik, maka total estimasi biaya perjalanan mudik Jakarta–Yogyakarta menggunakan BYD M6 berada di kisaran Rp 695.950 untuk sekali perjalanan. Perhitungan ini mencakup biaya pengisian listrik dan tarif tol selama perjalanan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang