Perkembangan teknologi kelistrikan kendaraan menghadirkan pilihan baru bagi konsumen, yaitu aki lithium. Kehadirannya mulai dibandingkan dengan aki konvensional yang selama ini umum digunakan pada motor dan mobil. Lantas, apa sebenarnya perbedaan mendasar di antara keduanya? Secara umum, aki konvensional, baik tipe basah maupun maintenance free. mengandalkan pelat timbal dan cairan elektrolit. Umur pakainya rata-rata berkisar dua hingga tiga tahun, tergantung pola penggunaan dan perawatan. Aki motor maintenance free (MF) berbahan gel produksi Motobatt Indonesia Salah satu masalah yang kerap muncul adalah terminal berkarat atau beroksidasi, ditandai dengan serbuk putih di kepala aki. Sementara itu, aki lithium menawarkan pendekatan berbeda. Dari sisi usia pakai, teknologinya diklaim lebih tahan lama. Rendra Pramono, Engineering Department Head Dharma Group, mengatakan bahwa keunggulan utama aki lithium terletak pada durabilitas dan kestabilan arusnya. Dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, DRMA menampilkan dua produk unggulan di sektor EV, yakni aki lithium 12V dan paket konversi motor listrik. “Yang pertama dan paling penting itu lifetime. Kalau lithium ini lifetime sampai lima tahun. Garansinya dua tahun,” kata Rendra, kepada Kompas.com belum lama ini. “Jadi dalam dua tahun pertama, kalau ada kendala, bisa langsung tukar guling sama kami. Kalau aki biasa biasanya cuma dua sampai tiga tahun,” ujarnya. Tak hanya soal usia pakai, ia juga menyoroti karakter arus listriknya yang lebih stabil, meski telah dipakai selama berjam-jam secara terus-menerus. Ilustrasi aki mobil. Perbedaan juga terlihat pada konstruksi. Jika aki konvensional umumnya menggunakan terminal berbahan besi yang rentan korosi, aki lithium memakai kuningan. “Terminalnya pakai kuningan, bukan besi. Kalau aki biasa sering muncul putih-putih karena oksidasi. Di sini tidak ada. Terminalnya juga ditanam (insert) ke plastik, jadi tidak mungkin bocor dan tidak mudah copot,” kata Rendra. Struktur terminal yang ditanam langsung ke dalam casing plastik ini membuatnya lebih aman karena meminimalkan risiko kebocoran serta mencegah terminal kendur akibat getaran. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang