Perkembangan teknologi aki kendaraan kini mulai mengarah ke penggunaan lithium sebagai alternatif pengganti aki konvensional. Selain lebih ringan, aki jenis ini diklaim memiliki sejumlah keunggulan dari sisi usia pakai hingga kestabilan arus listrik. Rendra Pramono, Engineering Department Head Dharma Group, mengatakan keunggulan utama aki lithium terletak pada lifetime atau usia pakainya. Ilustrasi aki motor “Yang pertama dan paling penting itu lifetime. Kalau litium ini lifetime sampai lima tahun. Garansinya dua tahun. Jadi dalam dua tahun pertama, kalau ada kendala, bisa langsung tukar guling sama kami. Kalau aki biasa biasanya cuma dua sampai tiga tahun,” kata Rendra, kepada Kompas.com belum lama ini. Artinya, secara durabilitas aki lithium menawarkan masa pakai yang lebih panjang dibanding aki konvensional yang umumnya hanya bertahan dua hingga tiga tahun. Selain usia pakai, keunggulan lain ada pada kestabilan arus listrik. Rendra menjelaskan bahwa aki lithium tetap stabil meski digunakan tanpa pengisian ulang dalam kondisi tertentu. Ilustrasi aki lithium buat motor di IIMS 2026 “Arusnya stabil. Ini dari pagi dipakai, tidak pernah di-charge, tidak tersambung listrik lain. Kita tes pakai beban 50 watt, stabil. Kalau 100 watt dibagi 50–50, memang turun sedikit, tapi pelan sekali,” ucap Rendra. “Artinya arus sangat stabil. Dengan arus stabil, pembakaran lebih sempurna, percikan busi lebih kuat,” ujarnya. Kestabilan arus ini dinilai penting karena berpengaruh pada sistem pembakaran mesin. Arus yang konsisten membuat percikan busi lebih optimal sehingga proses pembakaran di ruang mesin menjadi lebih sempurna. Ilustrasi aki lithium buat motor di IIMS 2026 Dari sisi material, aki lithium juga membawa pembaruan. Terminal menggunakan bahan kuningan, bukan besi seperti pada aki biasa. Material ini membuat terminal lebih tahan terhadap oksidasi yang biasanya ditandai munculnya serbuk putih. “Terminalnya pakai kuningan, bukan besi. Kalau aki biasa sering muncul putih-putih karena oksidasi. Di sini tidak ada. Terminalnya juga ditanam (insert) ke plastik, jadi tidak mungkin bocor dan tidak mudah copot,” kata Rendra. Struktur terminal yang ditanam langsung ke dalam casing plastik juga meningkatkan keamanan karena meminimalkan risiko kebocoran maupun kendur akibat getaran. ilustrasi aki motor berjenis maintenance free, menggunakan pelat-pelat di bagian dalam Rendra menambahkan, dari sisi keamanan, aki lithium dirancang agar tidak menimbulkan ledakan besar bila terjadi kebakaran. “Kalau sampai kebakar, tidak mungkin sampai keluar api besar seperti di film. Tetap bisa rusak, tapi tidak meledak. Mirip baterai kendaraan listrik, hanya kapasitasnya lebih kecil dan khusus untuk kelistrikan motor atau mobil,” ucapnya. Untuk harga, aki lithium ini dipasarkan dengan banderol Rp 275.000 untuk kapasitas 3,5 Ah dan Rp 375.000 untuk 6 Ah. Dengan kombinasi usia pakai lebih lama, arus stabil, material lebih tahan oksidasi, serta fitur keamanan tambahan, aki lithium menjadi alternatif menarik bagi pengguna motor yang ingin meningkatkan performa sistem kelistrikan kendaraannya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang