Pengguna mobil diesel kerap mencampur solar subsidi dengan Dex atau Dexlite dengan harapan konsumsi bahan bakar menjadi lebih irit tanpa harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk mengisi penuh BBM nonsubsidi. Selain mengejar efisiensi, cara ini juga dianggap dapat meningkatkan kualitas pembakaran mesin. Namun, benarkah mencampur kedua jenis BBM diesel tersebut bisa membuat kendaraan lebih hemat bahan bakar? Pemilik Bengkel Iwan Motor Solo, Iwan, anggapan tersebut tidak selalu benar. Efek pencampuran Dexlite dengan solar subsidi terhadap efisiensi bahan bakar sangat bergantung pada karakteristik mesin dan kondisi kendaraan yang digunakan. “Belum tentu, untuk beberapa kondisi mungkin bisa. Walaupun Dexlite mempunyai kualitas pembakaran lebih baik, tapi tergantung jenis kendaraannya juga. Jadi hasilnya akan berbeda-beda, tapi biasanya enggak signifikan,” ucapnya kepada Kompas.com, baru-baru ini. Antrean kendaraan mengisi Biosolar mengular hingga keluar area SPBU di Jalan Dr. Sutomo, Padang, Senin (20/4/2026). Lonjakan terjadi setelah kenaikan harga BBM non-subsidi mendorong pengguna beralih ke solar. Sementara, Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM), Jayan Sentanuhady, menjelaskan bahwa secara teknis mencampur dua jenis bahan bakar diesel bukanlah hal yang berbahaya bagi mesin. "Secara umum aman. Tetapi sebaiknya tidak dilakukan," ujar Jayan kepada Kompas.com.Ia menjelaskan, hasil pencampuran dua jenis BBM tersebut tidak akan menghasilkan kualitas bahan bakar yang optimal. "Kalau dicampur, kualitasnya berada di antara dua jenis tersebut," katanya. Namun, Jayan mengingatkan pengguna perlu memahami konsekuensi dari keputusan tersebut, terutama terhadap performa mesin. "Artinya, performanya juga tidak akan sebaik jika menggunakan bahan bakar yang sesuai spesifikasi secara penuh," ucap Jayan. Dex yang memiliki angka cetane lebih tinggi serta kandungan sulfur lebih rendah dirancang untuk menghasilkan pembakaran yang lebih bersih dan efisien. Namun, ketika dicampur dengan solar subsidi, karakteristik unggulan tersebut ikut menurun. Akibatnya, respons mesin dapat terasa kurang maksimal, efisiensi bahan bakar tidak tercapai sepenuhnya, dan emisi gas buang berpotensi meningkat dibandingkan jika menggunakan Dex secara murni. Dalam jangka panjang, penggunaan bahan bakar dengan kualitas yang tidak konsisten juga dapat memengaruhi komponen sistem bahan bakar, seperti injektor dan ruang bakar. Meski tidak langsung menyebabkan kerusakan, kondisi tersebut dapat mempercepat kebutuhan perawatan.