Fitur idling stop system atau start-stop system dirancang untuk menghilangkan konsumsi BBM saat mesin idle atau stasioner yaitu kondisi ketika mesin hidup tetapi mobil tidak bergerak. Secara teknis, sistem ini bekerja dengan mematikan mesin secara otomatis lalu menyalakannya kembali dalam waktu sangat cepat. Hariadi, Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengatakan peran fitur idling stop system cukup menghemat konsumsi BBM. “Saat mobil berhenti, umumnya mobil konvensional akan tetap hidup, sehingga jarak tempuhnya tetap sementara jumlah BBM yang terbakar terus bertambah,” ucap Hariadi kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Mobil akan memantau berbagai parameter melalui engine control unit (ECU). Parameter ini meliputi kecepatan laju kendaraan (0 km/jam), posisi pedal rem atau kopling, suhu mesin, kondisi aki, hingga penggunaan AC. Ketika semua kondisi terpenuhi, misalnya mobil berhenti di lampu merah dan pedal rem ditekan, ECU akan memutus suplai bahan bakar dan mematikan mesin sepenuhnya. Ini menghentikan proses pembakaran sehingga konsumsi BBM menjadi nol selama berhenti. Pertamax Green 95 hadir di 170 SPBU Pulau Jawa, dorong energi hijau berbasis bahan baku lokal. Pada mobil tanpa fitur ini, mesin tetap hidup dalam kondisi idle dan tetap menyemprotkan bahan bakar dalam jumlah kecil. Meski terlihat sedikit, konsumsi ini bisa mencapai sekitar 0,6–1 liter per jam jika dibiarkan terus-menerus. Saat pengemudi melepas rem (mobil otomatis) atau menekan kopling (mobil manual), sistem akan langsung mengaktifkan starter. Mesin hidup kembali hanya dalam hitungan kurang dari satu detik, sehingga tidak mengganggu kenyamanan berkendara. “Agar proses ini berlangsung halus dan cepat, mobil dengan idling stop menggunakan komponen khusus. Starter motor dibuat lebih kuat, akinya lebih tahan siklus hidup-mati,” ucap Hariadi. Dari sisi efisiensi, penghematan BBM terjadi karena menghilangkan fase idle yang tidak produktif. Dalam kondisi lalu lintas padat, waktu berhenti bisa mencapai 20–30 persen dari total perjalanan, sehingga potensi penghematan cukup signifikan. Namun, sistem ini tidak selalu aktif. Jika aki lemah, mesin belum mencapai suhu ideal, atau AC membutuhkan pendinginan maksimal, maka idling stop akan otomatis dinonaktifkan demi menjaga performa dan kenyamanan. Kesimpulannya, secara teknis idling stop system membuat mobil lebih hemat BBM dengan cara sederhana tapi efektif yakni menghentikan pembakaran saat tidak dibutuhkan, lalu menyalakannya kembali secara instan ketika diperlukan. Ini sangat terasa manfaatnya terutama di kemacetan perkotaan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang