Ban SUV. Penting bagi pengendara untuk memperhatikan kondisi ban, terutama potensi aus, retak, hingga risiko pecah ban saat menghadapi suhu dan kondisi jalan yang lebih ekstrem, khususnya di musim kemarau. Hal itu jadi sorotan di tengah pertumbuhan kendaraan SUV di Indonesia terus menunjukkan tren positif seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan kendaraan yang nyaman, fleksibel, dan tangguh untuk berbagai kondisi jalan. Faktanya, saat suhu permukaan jalan meningkat, suhu udara di dalam ban juga ikut naik sehingga tekanan angin dapat bertambah sekitar 1 PSI* setiap kenaikan suhu 5–6°C. Pada kendaraan SUV yang memiliki bobot dan kapasitas muatan lebih besar, kondisi ini membuat ban bekerja lebih berat, terutama saat kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi di atas permukaan aspal yang panas.Apriyanto Yuwono, National Sales Manager Passenger Car Radial PT Hankook Tire Sales Indonesia (HTSI) menjelaskan, peningkatan suhu pada ban saat berkendara, terutama di musim kemarau, merupakan kondisi yang normal. Namun, apabila suhu dan tekanan angin di dalam ban meningkat secara berlebihan, kondisi tersebut dapat mengurangi daya cengkeram hingga meningkatkan risiko pecah ban. "Karena itu, penting bagi pengguna SUV untuk memeriksa tekanan angin secara berkala, terutama saat kondisi ban masih dingin agar pengendara tidak mengisi tekanan angin secara berlebihan,” ujar Apriyanto dikutip dari keterangannya, Selasa, 26 Mei 2026.Dalam kondisi tersebut, menjaga performa ban tetap optimal menjadi semakin penting, terutama saat kendaraan melintasi permukaan jalan yang rusak. Temuan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) turut menyoroti bahwa faktor internal ban, seperti tekanan angin yang tidak ideal, kerap menjadi salah satu pemicu utama yang memperbesar risiko insiden di jalan tol. Karena itu, ketika dihadapkan pada kondisi ekstrem seperti kerusakan jalan di beberapa titik Tol Jagorawi pada awal Mei lalu, ban yang tidak berada dalam kondisi prima akan lebih rentan mengalami aus hingga pecah ban. Walaupun total penjualan wholesales mobil pada 2025 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya sebesar 7.2%, diprediksi tren SUV akan tetap menunjukkan pertumbuhan positif seiring meningkatnya preferensi masyarakat terhadap kendaraan berjenis SUV. Namun, di tengah meningkatnya minat terhadap SUV belakangan ini, masih banyak masyarakat yang belum menyadari pentingnya memilih sparepart yang sesuai, khususnya ban.Cara Memilih Ban SUV yang TepatUntuk meminimalkan risiko aus dan retak pada ban pengguna SUV perlu memperhatikan beberapa hal berikut:1. Pilih desain tapak dengan distribusi tekanan meratDesain tapak dengan profil kotak (square profile) membantu menyebarkan beban kendaraan secara merata ke seluruh permukaan ban, sehingga mobil lebih stabil dan mencegah keausan ban yang tidak merata akibat tekanan berlebih di satu titik atau pada permukaan tertentu saja.2. Perhatikan kekuatan struktur tapak (stiffness)Pola tapak dengan tingkat kekakuan yang tinggi membantu menjaga bentuk dan kestabilan permukaan ban saat suhu jalan meningkat, terutama ketika kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi atau membawa beban berat. 3. Sesuaikan dengan karakter pengguna kendaraanUntuk penggunaan harian di jalan aspal, ban dengan fokus pada kenyamanan, kestabilan, dan tingkat kebisingan rendah akan lebih optimal digunakan. Sementara itu, untuk perjalanan dengan beban berat atau medan yang lebih menantang, diperlukan ban dengan daya tahan struktur, kekuatan tapak, serta kemampuan traksi yang lebih tinggi agar performa dan keamanan tetap terjaga. Tapak ban (tread) memiliki fungsi utama dalam menjaga traksi sekaligus mendistribusikan tekanan secara merata, mengurangi akumulasi panas dan menjaga keausan tetap seimbang. Menjawab tantangan tersebut, produsen ban mulai mengadopsi teknologi seperti Square Profile dan high stiffness pattern kini menjadi solusi untuk menjaga stabilitas ban dalam kondisi ekstrem, termasuk suhu jalan yang tinggi. PT Hankook Tire Sales Indonesia menekankan bahwa pemilihan ban yang tepat menjadi langkah preventif penting dalam mengurangi risiko aus dan retak, terutama di negara tropis seperti Indonesia. Hankook sendiri menghadirkan lini Dynapro sebagai solusi untuk berbagai kebutuhan pengguna SUV. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA "Pengguna SUV perlu memahami bahwa ban bukan hanya komponen pelengkap, tetapi bagian penting dari sistem keselamatan kendaraan. Teknologi distribusi tekanan dan struktur tapak yang kuat membantu mengurangi risiko blowout sekaligus meningkatkan efisiensi jangka panjang,” ujar Apriyanto.Para pengguna SUV pun diimbau untuk lebih cermat dalam memahami spesifikasi dan teknologi ban sebelum melakukan pembelian, guna memastikan keamanan dan kenyamanan berkendara dalam berbagai kondisi jalan.