Tren kendaraan Sport Utility Vehicle (SUV) di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang positif seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan mobil yang nyaman dan tangguh. Meskipun total penjualan wholesales mobil nasional pada tahun 2025 sempat mengalami penurunan sebesar 7,2 persen dibanding tahun sebelumnya, preferensi masyarakat terhadap SUV diprediksi akan tetap mendominasi. Namun, di tengah meningkatnya minat tersebut, masih banyak pemilik kendaraan yang belum menyadari pentingnya memilih komponen yang tepat, khususnya ban. komparasi dua SUV ladder frame, Toyota Fortuner vs Mitsubishi Pajero Sport Padahal, saat memasuki musim kemarau, ban SUV dituntut bekerja lebih keras akibat paparan suhu ekstrem dan kondisi permukaan jalan yang memanas. Jika tidak diperhatikan, potensi ban mengalami aus, retak, hingga pecah di tengah jalan menjadi sangat tinggi. Mengapa SUV Lebih Rentan Alami Masalah Ban? Ban merupakan satu-satunya komponen pada kendaraan yang menopang seluruh berat mobil beserta muatannya. Oleh karena itu, semakin besar bobot kendaraan, semakin tinggi pula tekanan yang harus diterima oleh ban. Kondisi ini akan semakin diperparah saat musim kemarau karena suhu permukaan jalan yang meningkat tajam. Ban khusus SUV Kendaraan berjenis SUV secara kodrat memiliki ukuran dan bobot yang lebih besar. Selain itu, mobil ini juga lebih sering diandalkan untuk melintasi medan jalan yang bervariasi serta perjalanan jarak jauh. Faktor-faktor inilah yang membuat ban SUV bekerja jauh lebih berat, terutama saat dipacu dalam kecepatan tinggi di atas aspal yang panas. Secara teknis, peningkatan suhu permukaan jalan akan membuat suhu udara di dalam ban ikut naik. Faktanya, tekanan angin ban dapat bertambah sekitar 1 PSI setiap terjadi kenaikan suhu sebesar 5–6°C. Apriyanto Yuwono, National Sales Manager Passenger Car Radial PT Hankook Tire Sales Indonesia (HTSI) menjelaskan bahwa peningkatan suhu dan tekanan angin pada ban saat berkendara di musim kemarau sebenarnya merupakan hal yang normal. Ban khusus SUV "Namun, apabila suhu dan tekanan angin di dalam ban meningkat secara berlebihan, kondisi tersebut dapat mengurangi daya cengkeram hingga meningkatkan risiko pecah ban," ujar Apriyanto dalam keterangan resmi, Selasa (26/5/2026). Oleh sebab itu, ia mengingatkan para pengguna SUV untuk memeriksa tekanan angin secara berkala saat kondisi ban masih dingin agar tidak mengisi tekanan secara berlebihan. Pentingnya menjaga tekanan angin ban yang ideal juga diperkuat oleh temuan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). KNKT menyoroti bahwa faktor internal ban, seperti tekanan angin yang tidak ideal, kerap menjadi pemicu utama yang memperbesar risiko kecelakaan di jalan tol. Ban yang tidak berada dalam kondisi prima akan sangat rentan mengalami kerusakan hingga pecah saat menghantam permukaan jalan yang rusak, seperti insiden yang sempat terjadi di beberapa titik Tol Jagorawi pada awal Mei lalu. Tips Memilih Ban SUV yang Tepat Sebagai langkah preventif untuk meminimalkan risiko aus dan retak di cuaca ekstrem, pemilihan ban tidak boleh dilakukan sembarangan. Pengguna SUV perlu memahami spesifikasi dan teknologi ban sebelum membeli. Berikut beberapa hal penting yang perlu diperhatikan saat memilih ban SUV: Pilih desain tapak dengan distribusi tekanan merata: Desain tapak dengan profil kotak square profile sangat disarankan karena membantu menyebarkan beban kendaraan secara merata ke seluruh permukaan ban. Teknologi ini membuat mobil lebih stabil dan mencegah keausan ban yang tidak merata akibat tekanan berlebih di satu titik saja. Perhatikan kekuatan struktur tapak stiffness: Pola tapak dengan tingkat kekakuan yang tinggi high stiffness pattern membantu menjaga bentuk dan kestabilan permukaan ban. Fitur ini krusial saat suhu jalan meningkat, terutama ketika kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi atau membawa beban berat. Sesuaikan dengan karakter penggunaan kendaraan: Jika mobil lebih sering digunakan untuk harian di jalan aspal, pilih ban yang berfokus pada kenyamanan, stabilitas, dan tingkat kebisingan rendah. Namun, jika sering membawa beban berat atau melewati medan menantang, dibutuhkan ban dengan daya tahan struktur, kekuatan tapak, serta kemampuan traksi yang lebih tinggi. Menjawab tantangan tersebut, Hankook menghadirkan lini produk Dynapro sebagai solusi bagi pengguna SUV di Indonesia. Untuk kebutuhan jalan aspal dengan kenyamanan premium dan kesenyapan tinggi, terdapat varian Dynapro HPX. Sementara bagi pengendara yang membutuhkan daya tahan maksimal untuk perjalanan jarak jauh dengan intensitas tinggi, varian Dynapro HT menjadi pilihan yang lebih cocok berkat struktur kuat dan ketahanan aus yang lebih tinggi. Kedua produk ini mengusung konsep efisiensi jangka panjang demi memberikan umur pakai yang lebih lama serta performa yang konsisten di berbagai kondisi cuaca. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang