Mobil yang terlalu lama terparkir tanpa digerakkan bukan berarti aman dari kerusakan. Salah satu masalah yang kerap muncul justru berasal dari ban, yakni flat spot atau perubahan bentuk tapak ban yang tidak lagi bulat sempurna. Menurut Fachrul Rozi, Product Marketing Manager Michelin Indonesia, ban yang terus-menerus menopang beban kendaraan dalam posisi diam berpotensi mengalami deformasi pada titik tertentu. "Ban yang terlalu lama diam dengan beban kendaraan akan mengalami tekanan statis pada satu titik. Ini bisa menyebabkan flat spot, sehingga saat mobil digunakan kembali akan terasa getaran, terutama di awal perjalanan," kata Rozi kepada Kompas.com, Sabtu (4/4/2026). Rozi menjelaskan, kondisi tersebut umumnya terjadi pada kendaraan yang jarang dipakai, seperti mobil kedua, mobil koleksi, atau kendaraan yang hanya digunakan pada momen tertentu. Flat spot sendiri bisa bersifat sementara, namun juga dapat menjadi permanen jika dibiarkan terlalu lama. Ilustrasi ban flat spot Pada kasus ringan, getaran akibat flat spot biasanya akan hilang setelah kendaraan digunakan beberapa kilometer. Hal ini karena struktur ban kembali “relaksasi” seiring perputaran dan panas yang dihasilkan selama berkendara. Namun, jika kondisi sudah parah, bentuk ban bisa sulit kembali normal. Akibatnya, kenyamanan berkendara terganggu dan dalam jangka panjang dapat memengaruhi komponen lain seperti suspensi. Untuk mencegah hal tersebut, Rozi menyarankan agar kendaraan tetap digunakan secara berkala, meski hanya dalam jarak dekat. "Sebaiknya kendaraan digunakan minimal dua pekan sekali. Tujuannya agar posisi tapak ban berubah dan struktur karet tidak terus-menerus tertekan di satu titik," ujarnya. Selain itu, menjaga tekanan angin ban tetap sesuai rekomendasi juga penting untuk mengurangi risiko deformasi. Ban dengan tekanan kurang akan lebih mudah mengalami perubahan bentuk saat menopang beban dalam waktu lama. Sebagai langkah tambahan, pemilik kendaraan juga bisa menggeser posisi mobil secara berkala jika memang tidak memungkinkan untuk digunakan di jalan. Cara ini dinilai cukup efektif untuk mendistribusikan beban ke bagian ban yang berbeda. Dengan perawatan sederhana tersebut, risiko kerusakan ban akibat mobil terlalu lama diam bisa diminimalkan, sekaligus menjaga kenyamanan dan keselamatan saat kendaraan kembali digunakan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang