Jok kulit pada mobil memberi kesan mewah dan nyaman. Namun seiring pemakaian, kulit jok bisa mengalami kerusakan salah satunya retak pada permukaan. Kondisi tersebut kerap membuat pemilik mobil mencari solusi cepat agar tampilan interior kembali rapi. Salah satu cara yang sering diminta konsumen adalah menutup retakan menggunakan dempul khusus, lalu dicat ulang atau dilakukan coloring. Semprotkan obat pembersih ke bagian yang kotor Yanto alias Anto Trim, dari bengkel spesialis interior mobil Trim Car Service Interior di H Nawi, Jakarta Selatan, mengatakan, metode tersebut memang bisa memperbaiki tampilan dalam waktu singkat, tetapi bukan solusi jangka panjang. "Nggak, kalau retak dilakukan pakai dempul kulit, baru dicat. Terkadang kami nggak mau untuk ke depannya seperti itu," kata Anto kepada Kompas.com, di Jakarta, Selasa (7/4/2026). "Karena memang ketahanannya kurang maksimal. Tapi kadang di Indonesia ini orang suka maksa. Kerjain aja yang penting bagus. Padahal kita punya gambaran bahwa ini akan terus kembali (rusak)," katanya. Menurut Anto, lapisan cat pada jok kulit sangat rentan terhadap gesekan. Sedangkan jok merupakan bagian yang paling sering digunakan, sehingga mudah mengalami keausan kembali. Bengkel interior mobil, Trim Car Service Interior "Paling 3 bulan (rusak lagi). Logikanya saja sekarang, kalau pengecatan jok itu. Karena kita pakai, selama itu sering kegesek," ujarnya. Karena itu, untuk kerusakan yang sudah cukup parah, solusi yang lebih disarankan adalah penggantian material jok, bukan sekadar perbaikan sementara. Dengan begitu, pemilik mobil tidak perlu berulang kali melakukan perbaikan yang justru bisa menambah biaya dalam jangka panjang. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang