Mengganti jok mobil bisa jadi cara cepat untuk menyegarkan tampilan interior. Namun sebelum memutuskan, pemilik kendaraan sebaiknya tidak hanya tergiur harga atau tampilan, tetapi juga memahami jenis bahan yang digunakan. Pasalnya, setiap material jok punya karakter berbeda, baik dari sisi kenyamanan, daya tahan, hingga kemampuan meredam panas. Juan Elian, Owner Masterpiece Auto Interior, mengatakan, bahan sintetis masih menjadi pilihan paling umum di pasaran karena harganya yang relatif terjangkau. “Pada dasarnya kalau untuk sintetis itu, 1.000 persen dia chemical. Jadi sebenarnya itu kain yang dilapis PVC. Memang sudah diformulasikan untuk kebutuhan kendaraan, tahan ultraviolet dan punya ketahanan gesek, kalau tidak salah sampai 10.000 kali anti-abrasi,” kata Juan, saat ditemui Kompas.com, di Jakarta Barat, belum lama ini. Meski demikian, bahan sintetis punya kelemahan utama, yakni kurang mampu bernapas. “Karena sistemnya kain dilapis sintetis, ini benar-benar tidak tembus udara. Jadi kalau diduduki terasa panas,” ujarnya. Selain itu, kualitas bahan sintetis juga sangat beragam. Semakin tipis materialnya, biasanya semakin terasa panas saat digunakan. Lapisan jok mobil Carviero Frontera “Makanya harganya banyak yang murah. Tapi kelemahannya, makin tipis makin panas,” kata dia. Lebih lanjut, Juan menyinggung soal bahan microfiber yang kini semakin populer. Material ini disebut memiliki kenyamanan lebih baik dibanding sintetis biasa. “Microfiber itu dibuat dari serat tidak beraturan. Memang buatan, tapi kalau dipegang sebentar saja sudah terasa beda. Lebih adem, suhunya bisa turun,” kata Juan. Menurut dia, karakter microfiber yang menyerupai kulit asli membuatnya lebih nyaman digunakan dalam jangka panjang. “Microfiber ini juga bisa dibuat lubang-lubang yang benar-benar tembus tanpa merusak struktur. Jadi sirkulasi udara lebih baik,” ujarnya. Ini berbeda dengan bahan sintetis yang sering hanya menampilkan motif lubang sebagai dekorasi. “Kalau sintetis, lubangnya itu biasanya hanya motif. Kelihatan seperti berlubang, tapi sebenarnya tidak tembus,” kata Juan. Sementara itu, untuk kulit asli, Juan menyebut material ini tetap memiliki keunggulan dari sisi kenyamanan karena memiliki pori-pori alami. "Kalau kulit, seperti kulit manusia, ada pori-porinya. Jadi lebih adem. Tapi ada kekurangannya, misalnya kalau kena air bisa meninggalkan flek,” ujarnya. Dari berbagai pilihan tersebut, Juan menyebut saat ini microfiber menjadi salah satu bahan yang paling diminati konsumen. “Sekarang paling laku memang microfiber. Karena dia tiruan kulit yang sudah hampir menyerupai, tapi secara kenyamanan bisa lebih baik dari sintetis,” kata dia. Dengan banyaknya pilihan material jok di pasaran, pemilik kendaraan disarankan menyesuaikan dengan kebutuhan dan bujet, agar tidak hanya tampil menarik, tetapi juga tetap nyaman digunakan sehari-hari. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang