Setir mobil merupakan salah satu bagian interior yang paling sering bersentuhan langsung dengan pengemudi. Tak heran, seiring waktu permukaannya bisa aus, mengelupas, atau tampak kusam. Bagi pemilik mobil, kondisi ini tentu mengurangi kenyamanan sekaligus estetika kabin. Salah satu solusi yang umum dilakukan ialah retrim atau pelapisan ulang setir agar kembali terlihat baru. “Kalau seperti setir, misalnya sudah aus itu diretrim," kata Yanto alias Anto Trim, dari bengkel spesialis interior mobil Trim Car Service Interior di Haji Nawi, Jakarta Selatan, belum lama ini. retrim setir mobil Toyota Namun, tidak semua pemilik kendaraan memilih retrim. Sebagian ada yang hanya ingin mewarnai ulang permukaan setir. Meski demikian, Anto menilai metode tersebut kurang tahan lama. "Kebanyakan orang minta dicat atau diwarnai," ujar Anto. "Kalau dalam jangka waktu tertentu mau dikerjakan, kami akan lakukan, dengan catatan tidak ada garansi," kata dia. Anto menjelaskan, faktor utama yang membuat warna pada setir cepat pudar adalah paparan langsung dari tangan pengemudi. Secara alami, tangan manusia mengandung minyak yang bisa mempercepat kerusakan lapisan warna. retrim setir mobil Toyota "Sebab, tangan kita ini berminyak. Kalau diwarnai, justru lebih cepat pudar karena sering terkena tangan. Sejujurnya, sampai hari ini kekuatan warna itu masih diragukan, karena pasti akan memudar dengan sendirinya,” ujarnya. Oleh karena itu, ia menyarankan pemilik mobil untuk mempertimbangkan retrim dengan material baru dibanding sekadar pewarnaan. Selain lebih tahan lama, hasilnya juga cenderung lebih rapi dan nyaman digunakan. Dengan perawatan yang tepat, setir mobil tidak hanya kembali sedap dipandang, tetapi juga meningkatkan kenyamanan saat berkendara. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang