Ilustrasi mencuci motor Mencuci motor merupakan perawatan rutin yang lumrah dilakukan oleh pemilik kendaraan roda dua. Namun, kebiasaan ini justru bisa menimbulkan kerugian jika dilakukan dengan cara yang keliru. Banyak pemilik motor menganggap proses mencuci hanya sebatas menyiram air dan membersihkan kotoran. Padahal, ada sejumlah detail penting yang sering diabaikan dan berdampak pada kondisi cat serta komponen motor.Disadur VIVA Otomotif dari laman Suzuki, Selasa 30 Desember 2025, salah satu kesalahan yang kerap terjadi adalah mencuci motor saat kondisi bodi masih panas. Perbedaan suhu ekstrem antara air dan permukaan bodi dapat memicu kejutan termal. Kondisi tersebut berpotensi mempercepat munculnya retak-retak halus pada lapisan cat maupun clear coat. Dalam jangka panjang, tampilan motor menjadi kusam dan sulit dipulihkan seperti semula.Kesalahan berikutnya adalah penggunaan sabun cuci piring atau deterjen bubuk. Produk ini memiliki pH tinggi dan mengandung bahan kimia keras yang tidak dirancang untuk permukaan cat kendaraan. Penggunaan sabun yang tidak sesuai dapat mengikis lapisan wax pelindung. Akibatnya, clear coat cat menjadi rusak dan warna motor lebih cepat memudar. Selain itu, penggunaan spons atau kain lap yang kotor juga sering dianggap sepele. Padahal, alat pencuci yang sudah terkontaminasi pasir atau kerikil halus sangat berisiko merusak bodi motor. Gesekan partikel kecil tersebut dapat menimbulkan baret dan goresan halus. Jika dibiarkan, permukaan cat akan terlihat buram meski motor rutin dicuci.Kesalahan tidak berhenti pada proses pencucian saja, tetapi juga terjadi saat pengeringan. Membiarkan bodi motor mengering sendiri setelah terkena air hujan sebaiknya dihindari.Air hujan mengandung zat asam dan polutan yang bisa menimbulkan jamur air atau water spot. Noda ini sulit dihilangkan dan dapat merusak lapisan clear coat.Oleh karena itu, motor sebaiknya segera dilap hingga kering setelah terkena hujan. Langkah sederhana ini dapat mencegah munculnya bercak permanen pada bodi.Kesalahan lain yang tak kalah merugikan adalah jarang membersihkan motor atau bahkan tidak pernah mencucinya. Debu, lumpur, dan kotoran yang menumpuk lama bersifat abrasif.Kondisi tersebut dapat menyebabkan plastik cepat terkikis, muncul jamur dan flek, serta mempercepat pelapukan cat. Perawatan yang tepat dan benar menjadi kunci agar motor tetap awet dan bernilai lebih lama.