Motor yang digunakan saat hujan atau melintasi genangan banjir tak jarang langsung diparkir tanpa dibersihkan. Padahal, air hujan dan sisa banjir tak sekadar membuat motor tampak kotor, tetapi juga membawa berbagai partikel yang bisa berdampak buruk jika dibiarkan menempel terlalu lama. Kotoran seperti lumpur, pasir halus, hingga sisa zat kimia dari air hujan dapat menempel di berbagai bagian motor. Jika tidak segera dibersihkan, maka residu tersebut berpotensi memicu korosi, merusak permukaan bodi, hingga mengganggu kerja sejumlah komponen. Ilustrasi cuci motor Victor Assani, 2W Service Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), menjelaskan, mencuci motor setelah terkena hujan atau banjir penting untuk memastikan seluruh kotoran rontok hingga benar-benar bersih. Menurutnya, air hujan sering kali membawa zat asam dan polutan yang tidak terlihat secara kasat mata. "Air hujan dan banjir itu membawa banyak kotoran. Kalau tidak dicuci, kotoran yang menempel bisa menimbulkan korosi, merusak permukaan bodi, mengganggu kerja part tertentu, bahkan berpotensi menimbulkan skret pada komponen," kata Victor kepada Kompas.com, Rabu (14/1/2026). Ia menambahkan, risiko tersebut tidak hanya mengancam tampilan motor, tetapi juga keawetan komponen. Pasir atau lumpur yang mengering di area tertentu dapat menimbulkan gesekan berlebih, terutama pada bagian bergerak seperti roda, rem, rantai, dan sokbreker. Selain itu, sisa air kotor yang mengendap di baut, rangka, atau kolong mesin juga bisa menjadi awal munculnya karat. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menurunkan umur pakai komponen dan memicu biaya perbaikan yang tidak sedikit. Victor menyarankan agar motor dicuci sesegera mungkin setelah terkena hujan deras atau banjir, sebelum kotoran mengering dan sulit dibersihkan. Pembersihan menyeluruh juga membantu memastikan tidak ada residu yang tertinggal di sela-sela komponen. Dengan kata lain, mencuci motor setelah kehujanan bukan sekadar soal menjaga tampilan tetap kinclong. Langkah sederhana ini merupakan bagian dari perawatan penting untuk menjaga performa, mencegah kerusakan dini, dan mempertahankan kondisi motor tetap optimal. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang