Ducati menjalani sesi tes pada Senin, atau hari berikutnya usai balapan MotoGP Spanyol 2026 di Sirkuit Jerez, Minggu (26/4/2026). Tes ini dimanfaatkan untuk menjajal sejumlah pengembangan teknis, termasuk aerodinamika dan sasis. Dalam sesi tersebut, Marc Marquez mencoba berbagai pembaruan pada motornya, setelah sebelumnya gagal finis akibat kecelakaan dan kini tertinggal 44 poin dari pemuncak klasemen Marco Bezzecchi. Juara dunia 2025 itu menutup tes sebagai pebalap Ducati tercepat, meski masih berada di belakang tiga pebalap Aprilia. Ia sempat memimpin catatan waktu dengan torehan 1 menit 36,277 detik pada sore hari. Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) bersaing dengan Alex Marquez (Gresini Racing) dalam balapan MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez di Jerez de la Frontera, pada 26 April 2025. (Foto oleh JORGE GUERRERO / AFP) Marquez juga mengaku kondisi fisiknya cukup baik, bahkan merasa lebih segar karena tidak menyelesaikan balapan sehari sebelumnya. Secara total, ia mencatatkan 68 putaran selama sesi tes. Dari sisi teknis, perubahan paling mencolok terlihat pada fairing baru serta pengembangan aerodinamika di bagian swingarm. Selain itu, Ducati juga menyiapkan sasis yang telah dimodifikasi. “Saya mulai merasa sedikit lebih percaya diri dengan bagian depan, terutama di tikungan kiri, yang biasanya menjadi salah satu keunggulan saya, tetapi sempat menjadi kesulitan di beberapa balapan awal,” ujar Marquez dikutip dari Crash, Selasa (28/4/2026). “Di tikungan kanan juga ada sedikit peningkatan. Jadi kami tidak kehilangan keunggulan, dan justru memperbaiki beberapa titik lemah,” lanjutnya. Davide Tardozzi, manajer tim Lenovo Ducati. Mirco Lazzari gp/Getty Images/AFP (Photo by Mirco Lazzari gp / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP) Manajer tim Davide Tardozzi menyebut, pengembangan aerodinamika menjadi fokus utama dalam tes kali ini. “Kami banyak mengeksplorasi area aerodinamika karena itu salah satu peluang untuk meningkatkan performa motor, dan sejujurnya kami menemukan sesuatu,” kata Tardozzi. Menurut dia, Marquez menunjukkan respons positif terhadap konfigurasi baru tersebut, meski kondisi berbeda dialami rekan setimnya, Francesco Bagnaia. “Marc senang dengan konfigurasi baru ini. Sementara di sisi lain, Pecco masih memiliki beberapa tanda tanya,” ujarnya. Francesco Bagnaia saat berlaga pada MotoGP Malaysia 2025 Tardozzi menambahkan, kedua pebalap memiliki kebutuhan pengembangan yang berbeda. Bagnaia ingin meningkatkan performa saat pengereman dan masuk tikungan, sementara Marquez lebih fokus pada kecepatan di tikungan cepat. Sementara itu, Bagnaia yang juga gagal finis pada balapan akibat masalah teknis, menutup tes di posisi ke-10, tertinggal 0,727 detik dari Ai Ogura. “Saya cukup puas dengan beberapa hal. Paket aerodinamika bekerja dengan baik. Kami memang masih butuh waktu untuk memahami semuanya, tetapi hari ini kami membuat sedikit kemajuan,” kata Bagnaia. “Kami perlu lebih fokus pada pengereman. Hari ini kami mencoba sesuatu dan mungkin sudah menemukan arah. Saya harap di Le Mans nanti ada peningkatan,” ujarnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang