Curah hujan tinggi yang terjadi di sejumlah wilayah termasuk DKI Jakarta dewasa ini menimbulkan genangan air cukup tinggi, hingga menutup permukaan jalan. Akibat kondisi tersebut, banyak pengendara yang harus mencari jalur alternatif. Namun tidak sedikit juga yang nekat menerobos karena tidak memiliki pilihan lain. Apabila terpaksa melakukan hal tersebut, pemilik mobil harus segera mencuci kendaraan supaya kotoran yang menempel hilang. Banjir merendam Jalan Raya Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat pada Jumat (23/1/2026) pagi "Air banjir dan hujan mengandung zat asam dan kotoran yang bisa mempercepat proses oksidasi logam, terutama di bagian bawah mobil, sasis dan fender," kata Christopher Sebastian, pemilik Topcoat Indonesia kepada Kompas.com, belum lama ini. "Jika tidak segera dibersihkan, maka karat akan muncul dan dalam jangka panjang bisa merusak struktur bodi dan sasis," lanjutnya. Dampak buruk lainnya adalah menimbulkan kerusakan pada cat mobil karena air hujan mengandung zar kimia dari udara, yang apabila mengering di bodi tanpa dicuci bisa meninggalkan noda air (water spot) dan mengikis lapisan pelindung cat. ilustrasi cuci mobil "Kalau dibiarkan terus-menerus, cat akan menjadi kusam dan sulit dikembalikan ke kondisi semula, karena itulah gunanya bodi mobil di coating dengan ceramic coating," kata dia. Kemudian, kotoran seperti lumpur, pasi, atau endapan banjir yang menempel di bawah mobil bisa menumpuk dan sulit dibersihkan apabila dibiarkan kering. Dampak lainnya adalah bau tak sedap dan jamur apabila bagian kolong atau sela-sela mobil dibiarkan lembab, terutama di bagian dalam pintu atau fender. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang