Honda Prologue Honda Prologue belakangan ini menjadi sorotan, setelah pabrikan asal Jepang tersebut memangkas harganya secara signifikan untuk model tahun 2026 yang dipasarkan di Amerika Serikat. Mobil listrik ini kini mendapat potongan hingga 7.500 dolar AS atau sekitar Rp127,6 juta. Langkah ini dilakukan setelah Honda Prologue dinilai belum mampu memenuhi ekspektasi penjualan di pasar. Salah satu faktor yang disebut memengaruhi adalah banderol harga yang sebelumnya dianggap terlalu tinggi. GULIR UNTUK LANJUT BACA Dengan penyesuaian tersebut, Honda mencoba membuat Prologue lebih kompetitif di segmen kendaraan listrik. Disadur VIVA Otomotif dari Carscoops, Kamis 2 April 2026, harga baru diharapkan bisa menjangkau lebih banyak konsumen dibanding sebelumnya.Pemangkasan harga ini berlaku untuk seluruh varian tanpa perubahan spesifikasi. Artinya, konsumen tetap mendapatkan konfigurasi yang sama, baik single motor maupun dual motor.Tidak hanya untuk unit produksi baru, kebijakan ini juga diterapkan pada stok kendaraan yang sudah tersedia. Dengan begitu, dampaknya bisa langsung dirasakan di pasar tanpa harus menunggu produksi berikutnya.Setelah dipangkas, varian dasar Prologue kini dijual mulai 41.395 dolar AS atau sekitar Rp704,4 juta. Sebelumnya, model yang sama dibanderol hingga 48.895 dolar AS atau sekitar Rp832 juta.Sementara itu, varian tertinggi kini berada di kisaran 51.895 dolar AS atau sekitar Rp883 juta. Angka tersebut turun dari sebelumnya yang mendekati 59.000 dolar AS atau sekitar Rp1 miliar.Dari sisi produk, tidak ada perubahan pada model tahun 2026. Prologue tetap hadir dengan pilihan penggerak roda depan dan dual motor penggerak semua roda.Varian penggerak roda depan menawarkan efisiensi jarak tempuh yang lebih tinggi. Sedangkan versi dual motor memberikan performa lebih besar dengan konsekuensi jarak tempuh sedikit berkurang. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Penyesuaian harga ini juga tidak lepas dari perubahan kebijakan insentif kendaraan listrik di Amerika Serikat. Hilangnya subsidi membuat harga mobil listrik menjadi kurang kompetitif di mata konsumen.Kondisi tersebut mendorong produsen untuk lebih fleksibel dalam menentukan harga. Dalam kasus ini, Honda memilih memangkas harga langsung untuk menjaga daya tarik produknya.