Membersihkan karpet mobil sering dianggap selesai setelah proses pencucian, padahal tahap paling krusial justru datang setelahnya, yakni pengeringan. Jika proses ini tidak dilakukan dengan benar, karpet yang sudah tampak bersih bisa berubah menjadi sumber bau tak sedap yang mengganggu kenyamanan kabin. Hal ini ditekankan oleh Nuryadi, atau yang akrab disapa Adi, pemilik bengkel detailing DJ Auto Care. Ia menyebut, banyak orang masih menganggap sepele proses pengeringan, padahal di sinilah kunci utama hasil akhir perawatan karpet mobil. Karpet mobil Trapo Indonesia hadir di IIMS Hybrid 2022 “Karena kalau enggak kering nanti jadi bau. Saya mau benar-benar kering, sekering-keringnya itu karpet dan peredam,” ujar Adi, kepada Kompas.com belum lama ini. Menurut Adi, memastikan karpet benar-benar kering membutuhkan waktu dan kesabaran. Ia bahkan meminta waktu hingga tiga hari kepada konsumen, tentu dengan catatan kondisi cuaca mendukung. Proses ini bukan tanpa alasan, karena bagian yang paling sulit dikeringkan bukanlah permukaan karpet, melainkan lapisan peredam di bawahnya. Ilustrasi membersihkan karpet mobil Peredam karpet mobil dapat memiliki ketebalan hingga sekitar 3 cm dan mampu menyerap air dalam jumlah besar. Inilah yang membuat proses pengeringan alami dengan bantuan sinar matahari bisa memakan waktu antara tiga hingga empat hari. Jika masih ada sisa kelembapan, bau apek akan muncul dan sulit dihilangkan, bahkan bisa merusak kenyamanan interior secara keseluruhan. Karpet mobil pada Pajero Sport versi Ralliart Selain itu, jenis mobil juga berpengaruh besar terhadap lama pengeringan. Mobil-mobil Eropa umumnya memiliki lapisan peredam yang menutupi hampir seluruh lantai kabin secara rata. Struktur ini membuat air lebih mudah terperangkap, sehingga waktu pengeringan menjadi lebih lama. Sebaliknya, mobil Jepang biasanya menggunakan peredam berbentuk potongan di beberapa titik saja. Desain ini membantu sirkulasi udara lebih baik, sehingga proses pengeringan bisa lebih cepat. “Kami jemur di luar, kalau cerah terus bisa cuma dua hari atau tiga hari. Kalau lagi hujan atau mendung bisa lebih,” ujar Adi. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang