Menjaga kebersihan interior mobil sering kali dianggap sepele, padahal kondisi kabin sangat memengaruhi kenyamanan berkendara. Jika tidak dirawat dengan baik, maka kotoran dan bau tidak sedap bisa mudah muncul dan sulit dihilangkan. Andrew Shandy, Marketing sekaligus Kepala Produksi Masterpiece Auto Interior, mengatakan, perawatan interior sebenarnya bisa dimulai dari kebiasaan sederhana sehari-hari. “Apabila habis kotor-kotoran, sebisa mungkin alas kaki diganti. Sandal itu kita ganti, misalkan kita harus ada serep di mobil,” ujar Shandy, saat ditemui di Jakarta Barat, belum lama ini. Ia menyarankan, alas kaki yang kotor sebaiknya langsung disimpan di dalam kantong plastik agar tidak mengotori karpet kabin. Selain itu, kebiasaan merokok di dalam mobil juga sebaiknya dihindari. Menurut Shandy, asap rokok bisa menempel pada permukaan interior dan menimbulkan noda serta bau tidak sedap. Ilustrasi. “Jangan merokok di mobil, karena asap rokok itu bisa bikin plafon hitam. Lama-lama akan hitam dan timbul bau tidak enak,” kata dia. Untuk menjaga kondisi interior tetap bersih, pemilik kendaraan juga perlu sigap saat terjadi tumpahan cairan di dalam kabin. “Kalau ketumpahan air, sebisa mungkin langsung dilap. Cari lap kering atau tisu, minimal itu langsung keringkan dulu,” ujarnya. Ia menambahkan, setelah dibersihkan, sebaiknya pintu atau kaca mobil dibuka sedikit agar sirkulasi udara tetap terjaga dan tidak menimbulkan kelembapan. “Habis itu baru mungkin kalau sudah senggang, pintu atau kaca mobil dibuka sedikit. Jangan benar-benar tertutup, nanti lembab,” kata Shandy. Untuk menjaga kabin tetap segar, penggunaan penghilang bau dan penyerap kelembapan juga bisa menjadi solusi tambahan. Dengan perawatan sederhana tersebut, kondisi interior mobil bisa tetap bersih, nyaman, dan bebas dari bau tidak sedap dalam jangka waktu lama. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang