Harga jual kembali mobil yang tinggi dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari pemilihan unit sejak awal hingga cara perawatannya selama digunakan. Secara umum, mobil bekas bakal mengalami depresiasi secara alami karena usia pemakaian, atau munculnya pilihan mobil baru yang lebih kompetitif. Taufik Trisna, penjual mobil bekas di Bengkel Cak Tris Klaten mengatakan langkah pertama adalah memilih mobil yang memiliki reputasi baik di pasar bekas. “Merek seperti Toyota, Suzuki dan Honda misal, mereka dikenal memiliki nilai jual kembali stabil karena kualitas dan jaringan servisnya luas, pilihan onderdil banyak, dan sebagainya, sehingga lebih banyak orang yang mau menerimanya,” ucap Taufik kepada KOMPAS.com, Kamis (9/4/2026). Meski demikian, saat ini juga muncul merek dari China, justru memiliki kelebihan harga lebih murah namun dilengkapi fitur lebih lengkap dan spesifikasinya cenderung lebih premium. “Sebenarnya tiap merek punya daya tarik masing-masing, hanya saja beberapa model mobil memang memiliki harga lebih stabil,” ucap Taufik. Bursa mobil seken di Incheon, Korea Selatan, 12 Agustus 2025. Selain merek, model yang populer juga berperan besar. Mobil yang banyak digunakan masyarakat cenderung lebih mudah dijual kembali. Permintaan tinggi membuat harga tidak cepat jatuh meski usia kendaraan bertambah. “Perawatan rutin menjadi faktor penting, servis berkala yang dilakukan tepat waktu menunjukkan bahwa mobil dirawat dengan baik. Catatan servis yang lengkap akan meningkatkan kepercayaan calon pembeli,” ucap Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten kepada KOMPAS.com, Kamis (9/4/2026). Kondisi mesin juga sangat menentukan nilai jual. Mesin yang halus, tidak berisik, dan bebas kebocoran oli menandakan mobil dalam kondisi prima. Hal ini biasanya menjadi perhatian utama pembeli mobil bekas. Pasar mobil bekas diklaim lesu pada 2025 Selain mesin, tampilan eksterior dan interior juga harus dijaga. Mobil yang bersih, cat masih mulus, dan interior tidak rusak akan terlihat lebih menarik dan bernilai lebih tinggi di mata pembeli. “Penggunaan mobil secara wajar juga membantu menjaga harga jual. Mengemudi dengan halus dan tidak memaksakan kendaraan dapat memperpanjang umur komponen,” ucap Imun. Modifikasi sebaiknya dihindari secara berlebihan. Perubahan ekstrem sering kali justru menurunkan minat pasar karena tidak semua orang memiliki selera yang sama terhadap modifikasi tersebut. “STNK dan BPKB yang lengkap serta pajak yang selalu aktif membuat proses jual beli lebih mudah dan meningkatkan nilai kendaraan,” ucap Imun. Pemilihan warna juga berpengaruh. Warna netral seperti hitam, putih, atau silver lebih diminati karena dianggap aman dan cocok untuk banyak orang. “Riwayat kendaraan harus bersih dari kecelakaan berat atau banjir. Mobil dengan riwayat tersebut biasanya mengalami penurunan harga yang signifikan dan sulit dijual,” ucap Imun. Waktu penjualan juga perlu diperhatikan. Menjual mobil saat kondisi masih baik dan sebelum muncul model baru dapat membantu mendapatkan harga lebih tinggi. Kesimpulannya, menjaga nilai jual mobil membutuhkan kombinasi antara pemilihan yang tepat, perawatan rutin, dan penggunaan yang bijak agar harga tetap kompetitif di pasar bekas. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang