Toyota 4Runner edisi 2024 Bagi konsumen yang mempertimbangkan membeli mobil SUV Jepang, satu nama kerap disebut sebagai pilihan paling aman dari sisi investasi: Toyota 4Runner. Menurut Kelley Blue Book (KBB), dikutip VIVA Senin 19 Januari 2026, salah satu lembaga penilaian kendaraan terkemuka, Toyota 4Runner menjadi mobil SUV Jepang dengan nilai jual kembali (resale value) terbaik, dengan perkiraan mempertahankan sekitar 60 persen dari harga beli awal setelah lima tahun. Toyota 4Runner edisi 2024 Nilai jual kembali menjadi faktor penting bagi pembeli karena menentukan seberapa besar nilai kendaraan yang masih bisa diperoleh saat dijual kembali di masa depan. Semakin tinggi resale value, semakin kecil kerugian akibat depresiasi harga, sehingga kendaraan dianggap lebih “bernilai” dalam jangka panjang.Dalam daftar Best Resale Value Awards yang disusun oleh KBB, Toyota 4Runner menempati posisi teratas di kategori SUV Jepang. KBB memperkirakan bahwa setelah lima tahun, 4Runner mampu mempertahankan sekitar 60 persen nilai awalnya, jauh di atas rata-rata kendaraan baru yang umumnya hanya mempertahankan sekitar 44,6 persen setelah periode yang sama. Angka tersebut menunjukkan bahwa 4Runner tidak hanya populer saat baru dibeli, tetapi juga tetap diminati di pasar mobil bekas. Permintaan yang stabil ini membuat harga jual ulang 4Runner cenderung lebih kuat dibanding banyak SUV lain di segmen yang sama, termasuk beberapa model SUV Jepang populer. Faktor yang Membuat 4Runner Tetap Mahal di Pasar Bekas Beberapa faktor utama yang mendukung nilai jual kembali Toyota 4Runner antara lain:1. Reputasi keandalan ToyotaToyota dikenal luas sebagai merek yang menghasilkan kendaraan tahan lama dan minim masalah teknis jika dirawat dengan benar. Reputasi ini membuat mobil Toyota, termasuk 4Runner, tetap diminati meski sudah berusia beberapa tahun.2. Kemampuan off-road yang kuat4Runner dikenal sebagai SUV yang mampu diajak melibas medan berat, sehingga banyak peminat dari kalangan petualang atau penggemar aktivitas outdoor. Kebutuhan akan kendaraan off-road yang tahan lama membuat permintaan bekasnya tetap tinggi.3. Pembaruan model terbaruGenerasi terbaru 4Runner yang diluncurkan untuk model 2025 membawa penyegaran, termasuk peningkatan mesin dan efisiensi, yang turut membuat nilai model lama dan baru tetap menarik bagi pembeli. Pembaruan semacam ini biasanya membuat pasar bekas tetap “hidup” karena ada permintaan kuat terhadap fitur dan performa terbaru.Menurut KBB, rata-rata nilai jual kembali kendaraan baru setelah lima tahun sekitar 44,6%. Dengan angka retention rate 60 persen, Toyota 4Runner jelas berada di atas rata-rata, yang menjadikannya pilihan yang lebih menguntungkan dari sisi finansial dibanding banyak SUV lain.Sementara SUV Jepang lain seperti Honda CR-V atau Toyota RAV4 mungkin memiliki kelebihan masing-masing, namun dari perspektif resale value, 4Runner berada di posisi unggul karena permintaan pasar bekas yang tetap kuat dan reputasi durabilitas yang tinggi.Bagi konsumen yang ingin membeli SUV Jepang, nilai jual kembali menjadi salah satu pertimbangan penting selain performa, kenyamanan, dan fitur. Memilih kendaraan dengan resale value tinggi seperti Toyota 4Runner berarti:- Risiko depresiasi harga lebih kecil- Nilai jual kembali tetap tinggi meski mobil sudah dipakai bertahun-tahun- Total biaya kepemilikan (total cost of ownership) bisa lebih rendah- Mobil lebih mudah laku saat ingin dijual kembali Toyota 4Runner edisi 2024Toyota 4Runner menegaskan posisinya sebagai SUV Jepang dengan nilai jual kembali terbaik menurut KBB, dengan perkiraan mempertahankan sekitar 60 persen nilai awal setelah lima tahun.Faktor keandalan, kemampuan off-road, dan reputasi merek Toyota menjadi alasan utama mengapa 4Runner tetap diminati di pasar mobil bekas. Bagi pembeli yang ingin SUV yang kuat sekaligus cerdas secara finansial, 4Runner layak menjadi pilihan utama.