Meski mobil listrik bekas kini mulai dilirik, masih ada sejumlah kekhawatiran yang membuat sebagian calon pembeli ragu untuk beralih ke kendaraan listrik. Pedagang mobil bekas di Jakarta mengungkapkan bahwa minat masyarakat terhadap EV memang meningkat, tetapi rasa waswas terkait baterai dan nilai jual kembali tetap menjadi pertimbangan besar. Hal tersebut diungkapkan oleh Agus, pemilik Focus Motor di Jakarta. Ia mengatakan bahwa banyak konsumen datang dengan rasa penasaran yang tinggi terhadap mobil listrik, namun langkah mereka kerap tertahan oleh kekhawatiran soal komponen termahal pada EV. “Banyak yang sebenarnya ingin coba EV karena irit, tapi mereka takut soal baterainya. Garansinya tinggal berapa, kondisinya bagaimana, itu yang paling sering ditanyakan,” kata Agus kepada Kompas.com, Jumat (5/12/2025). Ia menambahkan bahwa konsumen juga belum sepenuhnya yakin dengan harga jual kembali mobil listrik. “Harga jualnya mereka masih pada takut,” ujarnya. Wuling Air ev bekas Hal senada juga diungkapkan oleh Thung Andi Supriadi, pemilik Rendani Mobil di Jakarta. Menurutnya, ada segmen pembeli yang tertarik mencoba EV, namun tetap menaruh perhatian besar pada kondisi kelistrikan. “Konsumen itu mau EV, tapi tetap cek baterai dulu. Mereka takut kalau nanti turun performanya atau kalau garansi sudah habis,” kata Andi. Kendati demikian, keduanya sepakat bahwa tren positif di pasar EV bekas akan terus berkembang, terutama untuk model-model populer dengan riwayat servis lengkap dan kondisi baterai yang terpantau sehat. Dengan ketersediaan unit yang makin beragam, edukasi soal kesehatan baterai dan depresiasi dinilai menjadi kunci meredam kekhawatiran konsumen ke depan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang